Pages

Tampilkan postingan dengan label rules of love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rules of love. Tampilkan semua postingan

17 Mei 2012

Sinopsis Rules Of Love 15- End


Sejak Geun-young tidak bekerja lagi, Seo-jun mulai merasa ada sesuatu yang kurang di hidupnya. Ketika seorang gadis, yang begitu antusias dan penuh semangat, datang melamar pekerjaan yang ditinggalkan Geun-young, Seo-jun semakin teringat akan gadis itu.

Menghabiskan waktunya untuk belajar di perpustakaan, Geun-young terus ditempel oleh Jae-min. Ketika pulang ke rumah, ia menyempatkan diri mampir ke taman dan kaget melihat Seo-jun ada disana. Melangkah mendekat dengan ragu-ragu, pria itu memberanikan diri untuk memeluk Geun-young, yang mengucurkan air mata.

Keesokan harinya setelah mendapati Geun-young melepas cincin pemberiannya, Jae-min pergi ke studio dan lewat 'obrolan' dengan Seo-jun, akhirnya menantang sang atasan bermain basket. Saat berbincang-bincang, pemuda itu akhirnya tahu kalau Seo-jun akan menunggu Geun-young sampai kapanpun. Dengan kecewa, ia memarahi gadis itu namun semua janjinya sudah terlambat.

Sadar kalau apapun yang dilakukannya percuma, ia menemui Seo-jun dan mengatakan siap bersaing secara adil memperebutkan hati Geun-young. Ketika bertemu, gadis itu kaget mendengar penuturan Seo-jun soal ucapan Jae-min, mengingat semula ia berencana meminta sang mantan atasan untuk tidak lagi menunggu.

Jae-min ternyata tidak main-main, dengan bantuan sang kakek ia mengirim banyak hadiah pada keluarga Geun-young. Di tempat lain, gadis itu dan Seo-jun  mulai saling berusaha mengenal diri masing-masing. Ketika keduanya pergi ke pasar swalayan untuk berbelanja, mereka terlihat oleh orang tua Geun-young, beruntung Min-soo bisa bertindak cepat.

Sambil makan di apartemen Seo-jun, Geun-young melihat-lihat album pria itu dan mendapati selembar foto gadis cantik. Ketika ditanya, dengan jujur Seo-jun mengaku kalau wanita itu adalah orang yang pernah dicintainya. Dari mata Seo-jun, Geun-young bisa melihat bahwa perpisahan Seo-jun dan mantan kekasihnya pastilah sangat menyakitkan.

01 Maret 2012

sinopsis Rules of Love 9-15


Mengira dirinya bakal dipukul habis-habisan, Jae-min kecele karena ayah Geun-young ternyata membawanya ke pemandian umum dan kemudian minum-minum. Cara halus yang digunakan pria itu sukses membuat Jae-min tidak berani macam-macam, dan Geun-young yang terus menanti dengan cemas akhirnya bisa bernapas lega.

Keesokan harinya saat bertemu di kantor, kejengkelan Geun-young terhadap Jae-min belum reda, bahkan kini ia mulai tidak menyukai Hee-won dan sempat berpikir untuk melakukan hal-hal yang tidak baik terhadap gadis itu. Di dalam ruangan saat rapat, hati Hee-won mulai berdesir saat salah seorang rekannya memberikan dua tiket bioskop kepada Seo-jun dan dirinya.

Seo-jun sendiri berniat mengajak Geun-young (bahkan sempat berlatih tentang cara-cara mengajak yang baik), namun karena kesalahpahaman gadis itu malah mengira pria itu memberikan untuk dirinya dan Jae-min.

Namun nampaknya Seo-jun beruntung, pasalnya di saat akhir Jae-min membatalkan kencannya sehingga Geun-young yang tidak mau tiket itu terbuang percuma mengajaknya nonton. Siapa sangka, pembatalan itu dilakukan Jae-min karena Hee-won mengajaknya nonton film yang sama.

Sudah tentu Seo-jun dengan wajah sumrigah setuju, ia bahkan sempat diejek Geun-young yang baru pertama kalinya tersenyum. Kegembiraan tersebut hanya berlangsung sesaat, pasalnya keduanya berpapasan dengan Jae-min, yang langsung salah tingkah, dan Hee-won


Tidak terima, saat itu juga Jae-min menyatakan pengunduran diri. Di rumah, ia kembali mendapat tekanan dari kakeknya yang memaksa untuk menikahi Geun-young secepat mungkin. Dengan gaya asal-asalan, pemuda itu mengusulkan supaya sang kakek menculik gadis itu untuk mempermudah semuanya.

Usul tersebut ternyata malah ditanggapi sang kakek secara lebih drastis : ia mengundang kedua orang tua dan nenek Geun-young untuk bertemu (dengan hasil yang tentu saja tidak memuaskan). Di studio, keadaan mulai kacau karena kekurangan tenaga dan Geun-young yang melihat kesempatan mendatangi Seo-jun dan merengek supaya Jae-min dipekerjakan lagi.

Begitu diberitahu, Jae-min yang gembira masih berusaha jual mahal meski belakangan minta maaf dan menuturkan pada Geun-young bahwa baginya, hal yang paling menyebalkan adalah tidak bisa melakukan apa-apa untuk orang yang dicintai. Keruan saja ucapan itu terus teringat pada Geun-young, yang tahu bahwa hanya satu orang yang bisa membujuk pemuda itu : Hee-won.

Tentu saja Hee-won langsung setuju, namun ia mengajukan satu syarat yaitu Geun-young harus berhenti bekerja di studio. Meski gadis itu ngotot menyebut bahwa yang dilakukannya adalah untuk membayar hutang, Hee-won tentu saja tidak percaya dan mengira ada motif lain yaitu mendekati Seo-jun. Demi Jae-min, Geun-young akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri.

Mendapat berita tersebut secara mendadak, sudah tentu Seo-jun terkejut. Apalagi setelah belakangan Hee-won masuk ke ruangannya, dan menyebut bahwa ia sudah tahu pria itu menyukai Geun-young. Dengan berani, Hee-won juga mengatakan bahwa pada saat itu ada gadis lain yang lebih patut dicintai oleh Seo-jun.

Sikap itu malah membuat Seo-jun semakin teringat pada Geun-young dan cerita gadis itu tentang merpati jantan dan betina. Akhirnya ia memutuskan untuk mendatangi rumah gadis itu, yang kaget melihat kemunculan tak terduga sang atasan. Saat berbicara berdua, Seo-jun salah tingkah karena terus digoda, dan akhirnya meminta Geun-young untuk kembali bekerja.

Secara kebetulan, kembalinya Geun-young bersamaan dengan bergabungnya kembali Jae-min ke studio. Begitu melihat pemuda itu muncul di pintu, wajah gadis itu langsung berseri-seri karena ia tahu betul Jae-min sangat menyukai fotografi dan itu berarti bujukan Hee-won berhasil.
Geun-young kembali mengalami berbagai kejadian menarik. Selain ditawari sebagai model oleh Seo-jun, ia juga harus berhadapan dengan Hee-won yang menuduhnya punya motivasi lain karena ngotot ingin tetap bekerja.

Jae-min sendiri juga sedang dipusingkan oleh sang kakek yang mengancam bakal menikahkannya dengan gadis pilihan keluarga, dan berniat berbicara serius dengan Geun-young di hari ultahnya. Sayang, pria itu tidak mampu menolak ajakan Hee-won untuk bertemu, sehingga lagi-lagi janjinya dibatalkan.

Sikap itu sendiri sudah dimaklumi Geun-young, yang akhirnya menyetujui tawaran pemotretan dan memberikan kaos yang seharusnya diberikan pada Jae-min kepada Seo-jun. Di tempat lain, Hee-won akhirnya tahu bahwa sumber dari semua kejadian itu adalah saat Jae-min memecahkan kamera Seo-jun, dan memanas-manasi pemuda itu.

Terus memikirkan soal hubungan Geun-young dan Seo-jun, Jae-min menelepon ponsel gadis itu dan dengan egois memaksa untuk bertemu saat itu juga. Padahal, saat itu Geun-young sudah bersiap-siap dengan gaun pemberian Seo-jun, dan ia terpaksa membatalkan sesi pemotretan. Seo-jun yang maklum hanya mengangguk, dan meminta Geun-young untuk tetap memakai gaun itu.

Kehadiran gadis itu yang tampak begitu cantik membuat Jae-min terpana dan setelah menghabiskan waktu bersama, ia mengantar Geun-young pulang dan sebelum berpisah, memuji kecantikannya. Baru saja hendak pulang, tanpa sengaja Jae-min melihat Geun-young keluar lagi dari rumahnya dan menuju studio.

Ketika sampai di studio, Geun-young hanya bisa menertawai Seo-jun yang memakai kaos pemberiannya, dan memulai sesi pemotretan. Keakraban itu terlihat oleh Jae-min, yang dengan cemburu berusaha menarik tangan Geun-young untuk diajak pulang. Siapa sangka, Seo-jun tidak mau kalah sehingga sempat terjadi tarik-tarikan.

Sifat Jae-min yang seenaknya itu sudah tentu membuat Geun-young marah, namun itu belum seberapa. Kepada Seo-jun, Jae-min meminta supaya foto polaroid Geun-young yang dimiliki pria itu dikembalikan padanya, yang sudah tentu ditolak. Seo-jun juga menegaskan tentang pandangannya tentang cinta, yang membuat Jae-min ketar-ketir.

Keesokan harinya saat bertemu lagi di studio, Geun-young mendatangi ruangan Seo-jun dan meminta maaf atas nama Jae-min. Ingin tahu reaksi pria itu? Dengan sabar, ia meminta gadis itu untuk berhenti melakukan segala sesuatu demi Jae-min karena mereka adalah dua orang yang berbeda.
Supaya Geun-young tidak bekerja lagi, Jae-min berusaha meminjam uang dari Min-soo namun tidak berhasil. Siapa sangka bantuan datang dari pihak tak terduga : Hee-won, yang beralasan hal itu dilakukannya supaya Geun-young tidak bekerja lagi disana. Ucapan berikutnya mulai membuat pemuda itu berpikir keras.

Keruan saja ketika kembali, Geun-young terkejut mendapat 'bantuan' tersebut. Ia akhirnya memutuskan untuk menyerahkan uang itu pada Seo-jun, yang menerimanya dengan terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa. Rupanya, pria itu mulai merasa kehilangan akan sosok gadis yang telah membantunya membersihkan kantor itu. Begitu datang, Hee-won berpura-pura tidak tahu apa-apa.

Merayakan perpisahan di sebuah pub, sindiran Hee-won sempat membuat Geun-young panas. Tapi gadis itu malah kena batunya, karena baik Jae-min maupun Seo-jun berebut memperhatikan rivalnya itu. Sikap tersebut, ditambah pembicaraan dengan Jae-min, akhirnya membuat Geun-young tahu darimana uang pengganti kamera Seo-jun berasal.

Bisa dibayangkan bagaimana sakit hatinya Geun-young, yang langsung meminta waktu untuk bicara empat mata dengan Jae-min dan menumpahkan kekesalannya. Masalah semakin kusut setelah ibu gadis itu menemukan surat perjanjian yang tercecer di atas meja dan menunjukkannya pada anggota keluarga lain.

Jae-min akhirnya mengembalikan uang tersebut ke Hee-won, dan secara tersirat membeberkan perasaan sebenarnya terhadap Geun-young. Nasib gadis itu tidak kalah apes, begitu sampai di rumah ia langsung dimarahi oleh kedua orang tuanya dan dilarang untuk menemui Jae-min lagi. Tidak hanya itu, sang ibu juga memarahi Jae-min yang muncul didepan pagar rumah saat hari menjelang malam.

Keesokan harinya, Min-soo yang jengkel langsung memukul Jae-min dan nyaris saja terjadi keributan kalau saja Seo-jun tidak muncul. Rupanya gara-gara kejadian itu, Geun-young tidak diijinkan keluar rumah. Ketika sedang melamun, mendadak ia mendapat telepon dari Seo-jun yang meminta waktu bertemu di sebuah taman.

Bukannya dihibur, pria itu (yang telah mengetahui masalah kontrak dengan Jae-min) langsung memarahinya dengan panggilan gadis bodoh sehingga Geun-young tersinggung. Namun, dari situ keduanya malah bisa mengobrol akrab. Kejutan belum berakhir, sebelum berpisah dengan terbata-bata Seo-jun mengungkapkan perasaan sukanya pada Geun-young sampai mulut gadis itu menganga lebar.
Saat bertemu di tempat kerja, Geun-young semula mengira Seo-jun sedang dalam keadaan mabuk saat datang ke rumahnya, namun kejutan berikutnya muncul : pria itu mengajaknya kencan setelah selesai kerja. Jae-min yang merasa ada sesuatu yang aneh dari raut wajah sang kekasih hanya bisa tertunduk pasrah.

Acara tersebut nyaris berantakan karena Min-soo, yang harus mengawal sang kakak, memaksa ikut, namun keduanya bisa kabur di saat terakhir. Geun-young hanya tersenyum geli melihat Seo-jun berusaha membuat suasana menjadi romantis, dan ia sadar bahwa sang atasan bermaksud serius dengannya lewat ucapannya yang tanpa basa-basi. Ketika tiba di rumah, ia melihat Jae-min telah menunggunya.

Keesokan harinya, Seo-jun kembali mengajak bepergian ke sebuah taman bermain, Geun-young yang gugup meminta supaya pria itu tidak menganggapnya sebagai kencan. Namun ketika hendak pergi, Jae-min mendadak meminta gadis itu untuk mengikutinya ke suatu tempat, membatalkan janjinya dengan Seo-jun, dan mengingatkan atas isi kontrak yang mereka sepakati berdua.

Seo-jun hanya bisa tertunduk kecewa ketika Geun-young, yang sedang berada di perjalanan menuju ke makam orang tua Jae-min, tidak mengangkat ponselnya. Rupanya, cara itu sengaja digunakan Jae-min karena ia tidak ingin Geun-young bersama dengan pria lain selain dirinya, pria itu bahkan pura-pura tertidur untuk melihat apakah gadis itu bereaksi terhadapnya.

Terlena oleh sikap pemuda itu, begitu sampai di rumah Geun-young baru sadar kalau dirinya telah mempunyai janji dengan Seo-jun dan ketika sampai di studio, mendapati sejumlah potongan foto polaroid. Akibat dari kejadian itu, Seo-jun mabuk sehingga dirinya memutuskan untuk tidak masuk kantor keesokan harinya.

Sadar kalau dirinya menyukai Geun-young, dengan berani Jae-min membela gadis itu ketika Hee-won bereaksi mendengar rivalnya tersebut diajak ke kuburan. Tidak hanya itu, ia juga dengan berani menolak ajakan kencan Hee-won.

Namun Hee-won juga tidak kurang akal, dengan siasatnya ia berhasil menggagalkan pertemuan Jae-min dengan Geun-young. Sudah maklum oleh pembatalan janji yang kesekian kalinya, Geun-young memutuskan untuk mengunjungi Seo-jun demi melihat keadaannya. Begitu tiba, gadis itu langsung tersenyum lebar melihat pria itu masih memakai kaos pemberiannya.

Pelan-pelan, Seo-jun mulai berani menunjukkan apa yang ada di isi hatinya. Tapi rupanya masalah masih belum selesai, karena ketika tiba di rumah, Jae-min telah menunggu, menyodorkan surat perjanjian pada Geun-young, dan menyatakan bahwa urusan diantara mereka masih belum selesai.

Rupanya, buku harian Geun-young menjadi pemicu kenekatan Jae-min, yang belakangan dengan berani mengatakan pada Seo-jun kalau ia bertekad untuk membahagiakan gadis itu mulai sekarang. Di rumah, Min-soo yang terus teringat akan penuturan Hee-won memutuskan untuk meminjamkan uangnya pada Geun-young, supaya gadis itu tidak perlu kembali bekerja di studio.

Karena tidak ingin terjadi salah paham, Geun-young akhirnya mengaku pada Min-soo kalau dirinya menyukai Seo-jun, dan membuat sang adik terperangah. Jae-min sendiri masih tetap berusaha mendekati Geun-young, ia berhasil membujuk gadis itu untuk makan malam bersama dengan alasan ingin menyampaikan sesuatu yang penting.

Saat itulah Jae-min membuat pernyataan mengejutkan : ia mengaku mulai menyukai Geun-young dan tidak siap mengakhiri hubungan. Ucapan Jae-min yang meminta supaya Geun-young menunggu hingga ia mampu melepas gadis itu sudah tentu membuat semua serba sulit, apalagi diam-diam Seo-jun telah membeli sebuah cincin.

Melihat Seo-jun gelisah saat melakukan pemotretan, Hee-won sadar kalau pria itu memikirkan Geun-young dan mendamprat Min-soo yang dinilai gagal memisahkan keduanya. Siapa sangka, Min-soo dengan tegas menyatakan kalau ia mendukung hubungan sang kakak dan Seo-jun 100 persen, dan meninggalkan Hee-won yang semakin kesal.

Ketika hendak pergi ke tempat kencannya, suasana hati Geun-young rusak karena Jae-min melarangnya pergi, gadis itu mulai merasa perasaannya dipermainkan. Akibatnya, ia datang terlambat dan didepan Seo-jun, menuturkan semua yang terjadi termasuk ucapan Jae-min yang belum siap putus. Dengan sabar, pria itu menerima keputusan Geun-young yang ingin memenuhi permintaan Jae-min.

Setelah Geun-young pergi, Seo-jun hanya bisa menatap cincin yang telah dibelinya. Rupanya, setelah itu Geun-young pergi ke rumah sakit tempat Jae-min, yang mendadak ambruk dan ditolong Hee-won, dan menunggui pria itu semalaman.

sourceindosiar.com


sinopsis Rules Of Love 8


Dengan alasan tidak mendapatkan taksi, Seo-jun minum bersama Geun-young didalam studio. Dengan setengah mabuk, gadis itu menceritakan perumpamaan tentang burung merpati betina yang biasanya mati lebih dulu dari yang jantan karena cintanya yang lebih besar pada pasangannya.

Melihat Geun-young tertidur karena mabuk, Seo-jun membatalkan janjinya bertemu dengan Hee-won. Dengan wajah kecewa, gadis itu meninggalkan Jae-min, menyusul ke studio, dan melihat dengan mata-kepala sendiri tatapan Seo-jun pada Geun-young yang tertidur. Berusaha menutupi kemelut dihatinya, ia menawarkan untuk mengantarkan gadis itu dan sang bos pulang.

Sebelum berangkat kerja, Jae-min dipanggil oleh sang kakek yang mengatakan telah melihat calon istri sang cucu dan meminta untuk segera menetapkan tanggal pernikahan. Keruan saja pemuda itu panik, ia langsung menarik Geun-young begitu tiba di kantor dan mengajak bicara empat mata. Obrolan mereka terhenti oleh kemunculan Seo-jun.

Tidak tega melihat Geun-young sedih, Seo-jun mengajaknya pergi untuk berbelanja beberapa barang untuk keperluan fotografi dengan alasan gadis itu cukup kuat untuk membawa barang-barang. Ketika sedang mengambil beberapa gambar, mendadak pria itu bersikap aneh dan meninggalkan Geun-young untuk mengejar seorang gadis berambut panjang.

Bertugas mengambil gambar seorang perancang busana terkenal sementara Hee-won kebagian tugas wawancara, keprofesionalan dan cita rasa seni Jae-min yang tinggi membuatnya mendapat pujian. Bahkan, si perancang yang semula memandangnya sebelah mata mulai kagum dengan asisten fotografer itu.

Baru saja sampai di studio, Geun-young mendapat telepon dari kakek Jae-min yang meminta bertemu. Sudah tentu ia panik dan langsung menghubungi Jae-min, namun pemuda itu malah memberi tanggapan tidak memuaskan sehingga dengan jengkel Geun-young mengirim SMS dan menceritakan semuanya. Sudah tentu, Jae-min panik dan langsung meninggalkan Hee-won.

Beruntung, tidak ada hal-hal aneh yang terjadi (kecuali permintaan kakek Jae-min supaya keduanya langsung menikah). Mengantarkan Geun-young pulang, sepanjang perjalanan pemuda itu memarahi Geun-young dan mengucapkan sejumlah kalimat menyakitkan. Apes baginya, ucapan itu terdengar oleh ayah Geun-young yang kebetulan berada dibelakangnya.

source:indosiar.com

sinopsis Rules of Love 7


Cedera Seo-jun ternyata cukup parah sehingga ia harus dibawa ke rumah sakit dan tangannya harus dibalut yang otomatis membuatnya tidak bisa bekerja. Meski begitu, ia tetap bersikap dingin pada Geun-young yang berusaha merawatnya.

Berniat meminjam uang untuk mengganti lensa yang rusak dari sang kakek namun gagal, Jae-min bertemu dengan Geun-young dan ia diminta untuk membuat surat cinta. Namun, pemuda itu malah membuat Geun-young makin sakit hati dengan membeberkan kebohongannya selama mereka berkencan dan mengaku selama itu tidak memiliki perasaan sama sekali. Sudah tentu, gadis itu langsung pergi dengan sedih.

Keesokan harinya saat belajar di perpustakaan, Geun-young bertemu dengan seorang pria tua yang semula memintanya untuk mengambilkan buku di rak paling atas, kemudian mulai bertanya-tanya soal apa saja yang dilakukan gadis itu sampai rencananya di masa depan setelah menikah. Tidak salah, pria itu adalah kakek Jae-min yang rupanya sudah tahu hubungan gadis itu dengan cucunya.

Begitu sampai di rumah, Geun-young senang bukan main mendapati surat cinta dari Jae-min (meski isinya sangat pendek). Kegembiraannya semakin lengkap saat Seo-jun memberi kepercayaan Jae-min untuk memimpin acara pemotretan, dan pemuda itu mengajaknya menonton film selepas kerja.

Geun-young yang penasaran melihat pembalut tangan Seo-jun meminta pria itu  untuk menggenggamkan tangannya yang cedera, dan sempat membuat pemilik studio itu jengkel. Pasalnya, gadis itu terus-menerus merengek dan saat dipenuhi, ternyata ketahuan kalau tangannya belum sembuh total. Namun berkat perawatan Geun-young, tangan tersebut akhirnya bisa menggenggam juga.

Ditugaskan mengambil gambar orang yang sedang bersantai di jalanan membuat Jae-min harus bekerja sama dengan Hee-won, dan perlahan suasana kaku diantara mereka mulai cair. Dengan gembira, pemuda itu menerima tawaran Hee-won untuk datang ke sebuah pameran fotografi.

Namun sebagai akibatnya, ia melupakan janji kencan dengan Geun-young. Menunggu hingga larut, Geun-young akhirnya memutuskan untuk menelepon Jae-min. Dengan alasan sakit, pemuda itu membatalkan janjinya namun dari kejauhan Geun-young mendengar suara seorang gadis yang tak lain adalah Hee-won.

source:indosiar.com

sinopsis Rules of Love 6


Baru saja hendak pergi, Geun-young mendadak langsung berlari ke arah Jae-min. Ternyata dari arah belakang, Min-soo muncul dan menarik keduanya ke rumah. Disana, Jae-min disambut bagaikan seorang calon menantu. Sebelum berpisah, Geun-young mengancam untuk tidak membeberkan masalah surat perjanjian.

Namun dibalik semua sikapnya, Geun-young masih mencintai Jae-min. Sadar kalau pria itu telah berkorban banyak, ia memutuskan untuk menjual kalung yang semula diperuntukkan bagi Hee-won, menukarnya dengan kamera, dan memberikannya pada Jae-min. Namun yang terjadi, pemuda itu malah marah karena Geun-young menjual kalung yang seharusnya diperuntukkan untuk Hee-won.

Dengan jengkel, Jae-min keluar dari studio sambil menjatuhkan lensa kamera. Yang kerepotan justru Geun-young, yang mendapati kaca lensa itu retak dan harus bertanggung jawab pada Seo-jun yang belakangan muncul. Meski tahu gadis itu berusaha menutupi kesalahan Jae-min, kemarahan Seo-jun tidak bisa dihindari sehingga semua usaha Geun-young untuk menebus kesalahannya tidak berguna.

Begitu mendengar betapa mahal lensa yang rusak, Geun-young memutuskan untuk menebusnya dengan bekerja sambilan di studio sebagai pembersih. Jae-min yang kaget mengira gadis itu melakukan hal tersebut untuk menguntitnya, tanpa sadar bahwa Geun-young melakukan itu akibat ulah pemuda itu.

Meski sempat diselingi kesialan Geun-young, yang terkunci di luar saat Seo-jun dkk pergi melakukan pemotretan, semua berjalan lancar hari itu berkat ide cemerlang Jae-min. Hee-won yang kebetulan berada disana mulai merasa simpati pada pemuda itu, namun Jae-min tetap bersikap dingin.

Saat kembali ke studio, Jae-min mendadak mendapat ide dan meminta Geun-young untuk menjadi modelnya. Kejadian itu dilihat oleh Seo-jun yang semula hendak marah karena Jae-min menggunakan kameranya tanpa ijin, namun niat itu diurungkan begitu melihat betapa alaminya Geun-young saat berpose.

source:indosiar.com

sinopsis Rules of Love 5


Sikap ekspresif Geun-young tidak hanya sampai disitu, ia bahkan ikut makan siang bersama kru studio dan membuat Jae-min gerah. Tidak ingin dipermalukan dan menolak menandatangani perjanjian, pria itu bersiasat dan minta ijin pulang lebih cepat.

Keruan saja ketika Geun-young tiba, Jae-min sudah tidak ada. Seo-jun yang kebetulan ada disana berusaha menasehati gadis itu, namun Geun-young malah salah sangka dan langsung berbicara dengan nada tinggi sambil mencucurkan air mata. Tanpa sengaja, adegan itu terpotret oleh kamera Seo-jun. Bagaimana dengan Jae-min sendiri, apa yang dilakukannya?

Rupanya, ia meneruskan niatnya mengajak Hee-won namun di tengah jalan memutuskan untuk memberitahu yang sebenarnya. Bisa ditebak, Hee-won marah dan menurunkannya dari mobil. Tahu kalau semua tindakannya salah, Jae-min yang bertemu dengan Geun-young saat malam tiba akhirnya memutuskan untuk menandatangani perjanjian yang dibuat gadis itu.

Ia sama sekali tidak sadar bahwa itu adalah awal dari rentetan kesulitan yang bakal dihadapi. Sesuai dengan isi kontrak, Geun-young langsung beraksi dan menyingkirkan semua wanita yang sempat berdekatan dengan Jae-min walau pertemuan itu hanya terjadi di supermarket. Tidak ingin kecolongan dua kali, Jae-min mulai meneliti isi kontrak untuk mencari celah.

Dengan cerdik, pria itu berubah sikap menjadi mesra. Ternyata semua itu hanya akal bulusnya, Jae-min bersepakat dengan seorang pria di kampus Geun-young dan meminta orang itu untuk pura-pura menyukai gadis itu. Keruan saja Geun-young bingung karena dikejar-kejar pria tak dikenal, apalagi akibat dari itu, Jae-min yang marah mengajak berduel.

Sandiwara tersebut nyaris berjalan mulus ketika Jae-min pura-pura kalah, namun Geun-young yang ikut membantu akhirnya tahu semua akal bulus pemuda itu. Repotnya lagi, gadis itu dan Jae-min ditarik Min-soo ke rumah keluarganya, dan disana Jae-min disambut bagaikan seorang calon menantu. Sebelum berpisah, Geun-young mengancam untuk tidak membeberkan masalah surat perjanjian.

Namun dibalik semua sikapnya, Geun-young sendiri masih mencintai Jae-min. Sadar kalau pria itu telah berkorban banyak, ia memutuskan untuk menjual kalung yang semula diperuntukkan bagi Hee-won, menukarnya dengan kamera, dan memberikannya pada Jae-min.

source:indosiar.com

sinopsis Rules Of Love 4


Begitu Hee-won pergi, Jae-min malah balik memarahi Geun-young dan menuduh gadis itu tidak mempercayainya. Keruan saja Geun-young kebingungan, dengan polos ia mempercayai ucapan pemuda itu tanpa sadar Jae-min sebenarnya menyukai orang lain.

Kacaunya lagi, Geun-young malah mengira kalung yang dibeli Jae-min, dengan menjual kamera, bakal diberikan padanya (padahal semua itu adalah untuk hadiah ultah Hee-won). Berhasil memberikan kado tersebut pada Hee-won meski mendapat sambutan dingin, pemuda itu ditegur Seo-jun untuk tidak mempermainkan perasaan wanita seperti itu kalau tidak ingin berakhir mengenaskan.

Dasar kebetulan, Geun-young menunggu kedatangan Jae-min di kafe yang sama dengan tempat dimana pria itu seharusnya bertemu Hee-won. Keributan kecil akhirnya terjadi, dan yang paling menyakitkan adalah saat Jae-min muncul dan malah membela Hee-won. Sakit hati Geun-young makin lengkap setelah pria yang dicintainya itu menyebut kalau selama ini Jae-min tidak pernah menyukainya.

Kejadian itu membuat Geun-young berubah jadi pemurung dan tidak nafsu makan, namun ia beruntung memiliki seorang ayah yang begitu mencintainya dan perhatian. Dengan sabar, pria setengah baya itu menyebut bahwa memutuskan hubungan bukan hal mudah, namun ia percaya putri kesayangannya dapat melalui semua itu dengan baik.

Nasib Jae-min tidak kalah apes, sang kakek berhasil menemukannya dan menyuruhnya untuk segera berangkat ke RRC. Namun, pemuda itu beralasan bahwa salah satu sebab kenapa ia tinggal adalah demi seorang gadis yang ingin dinikahinya. Akibatnya pria tua itu melunak, dan meminta sang cucu untuk membawa gadis yang dimaksud kehadapannya.

Tahu kalau Hee-won pasti akan menolak bila diberitahu sebenarnya, Jae-min berhasil membohongi gadis itu dengan mengatakan sang kakek ingin bertemu karena hal lain sehingga gadis itu setuju. Namun ketika kembali ke kantor, ia sudah ditunggu oleh Geun-young yang mengajukan sejumlah persyaratan kalau ingin hubungan mereka diakhiri.

Tentu saja Jae-min menolak, karena dalam salah satu pasal menyebutkan bahwa ia tidak boleh berhubungan dengan gadis lain dalam jangka waktu tertentu. Geun-young tidak kurang akal, kali ini giliran dia yang meneror Jae-min dan mengikutinya dari pagi sampai sore

source:indosiar.com

sinopsis Rules Of Love 3


Meski semula tidak acuh, Seo-jun mulai tertarik dengan hasil jepretan Jae-min dan memberitahu Min-soo supaya pemuda itu mulai dipekerjakan. Begitu mendengar berita itu, sudah tentu Jae-min senang bukan main, apalagi ia mendapat tempat tinggal baru.

Namun ketika ditanya soal hubungannya dengan Geun-young oleh Seo-jun, Jae-min gelagapan dan bersikeras menyebut gadis itu sebagai temannya. Tidak ingin usahanya mendekati Hee-won sia-sia, pemuda itu mulai memikirkan strategi supaya bisa memutuskan hubungan dengan Geun-young. Secara drastis, ia langsung berubah sikap menjadi sangat acuh.

Keruan saja Geun-young keheranan menyaksikan semua itu, apalagi saat malamnya Jae-min mengajak bertemu dan dengan dingin menyatakan ingin mengakhiri hubungan mereka. Namun Geun-young memang luar biasa, cintanya pada Jae-min begitu besar. Ketika pemuda itu kehujanan, dengan cepat ia mengeluarkan payungnya. Namun reaksi pemuda itu malah sebaliknya, ia menginjak-injak payung itu.

Saat berjalan pulang, Jae-min mendadak merasa bersalah dan kembali ke tempat semula tapi terlambat, Geun-young sudah tidak ada disana. Pulang dengan perasaan hancur (ditambah tubuh yang basah-kuyup), keesokan harinya gadis itu jatuh sakit.

Gembira karena kehadirannya mengejutkan Hee-won, Jae-min menelepon Geun-young untuk menanyakan keadaan gadis itu dan memutuskan untuk datang menjenguk. Geun-young yang polos malah mengira ucapan Jae-min itu didasarkan atas emosi sesaat, dan pemuda yang merasa bersalah itu terbawa perasaan sehingga keduanya kembali bermesraan.

Jae-min langsung panik, apalagi disaat bersamaan orang tua dan nenek Geun-young tiba di rumah. Begitu berhasil lolos, ia langsung menelepon Geun-young dan mengajak bertemu. Namun, niatnya berubah karena saat perjalanan ia berpapasan dengan mobil Hee-won. Ia langsung memutuskan untuk menemui gadis itu, dan Geun-young yang malang terus menanti hingga hari menjelang larut.

source:1

sinopsis Rules Of Love 2


Perhatian yang begitu besar membuat Geun-young mulai jatuh cinta, padahal ia sudah terlanjur berkata bakal memutuskan hubungan setelah seminggu. Di tempat lain, Jae-min sendiri tengah memandangi foto seseorang, yang sayangnya bukan foto Geun-young.

Apes bagi Jae-min, Min-soo ternyata mengetahui akal bulusnya dan berusaha memberi pelajaran pada mantan teman sekolahnya itu. Sayang, pemuda itu bukan tandingan Jae-min dan dengan keadaan babak-belur, dibujuk untuk mengurungkan niatnya. Tapi Min-soo tidak kalah pintar, ia berhasil menyelinap pergi.

Keruan saja, Jae-min panik karena tidak ingin kedoknya terbongkar. Ia langsung menuju rumah Geun-young, dan menunggu disana hingga gadis itu pulang. Ketar-ketir saat berduaan di taman, Jae-min  berada diatas angin ketika mendadak Geun-young mengingatkan bahwa hari itu adalah hari terakhir mereka berpacaran.

Sebelum berpisah, Geun-young memberikan Jae-min kenang-kenangan berupa buku tentang fotografi karena ia tahu betul pemuda itu sangat mencintai bidang tersebut. Ia bahkan mendapatkannya dengan menguras isi dompetnya, dan sempat berebutan dengan seorang pria yang tak lain adalah Seo-jung. Pura-pura kuat, gadis itu pergi dengan menitikkan air mata.

Dengan cepat Jae-min berlari menyusul, dan dengan lembut mencium bibir Geun-young. Memegangi bibirnya yang terasa hangat sepanjang perjalanan pulang, gadis itu kaget ketika tiba didalam rumah dan mendapati Min-soo berteriak kesakitan saat berusaha memecahkan sebongkah batu. Rupanya, sang adik ingin menjadi kuat supaya bisa mengalahkan Jae-min yang telah mempermalukannya.

Min-soo dengan kuatir menanyakan keadaan sang kakak, namun Geun-young yang sedang dimabuk cinta tidak sadar kalau dirinya dimanfaatkan. Keesokan harinya, Jae-min dengan ekspresif datang ke kantor Min-soo dan sambil memeluk pundak Geun-young, meminta supaya diberi kesempatan untuk bekerja disana.

Keruan saja Min-soo geram, dan keduanya langsung terlibat adu piting dengan Geun-young berusaha memisahkan. Duel keduanya terhenti ketika mendadak Seo-jun masuk, yang lagi-lagi dengan dingin mengacuhkan Jae-min. Begitu melihat Geun-young, ia baru sadar kalau gadis itulah yang telah berebut buku tentang fotografi beberapa saat sebelumnya.

source:indosiar.com

sinopsis Rules Of Love 1

Rules Of Love



  • Directed : Lee Jae Dong
  • Screenplay :Min Heo Jeong
  • Romantic Comedy,Melodrama,
  • MBC

Cast
  • Choi Kang Hee as Kim Geun Young
  • Shim Ji Ho as Han Jae Min
  • Kim Min Jong as Lee Seo Jun
  • Kim Ah Joong as Seo Heo Won

Rules Of Love Picture



 








dulu aku kira choi kang hee ini kim ha neul...matanya jereng hihi...

aku suka yang kanan hihi...^ ^








Han Jae-min adalah seorang pria yang ingin hidup mandiri, untuk itu ia bahkan nekat meninggalkan rumah diiringi sumpah-serapah sang kakek. Niatnya cuma satu : menjadi seorang fotografer terkenal dan belajar ilmu fotografi dan juru potret handal Lee Seo-jun.

Selain itu, rupanya Jae-min punya motivasi lain yang lebih penting : ia sudah lama menyukai asisten fotografer Seo Hee-won yang cantik namun gadis itu hanya menanggapi dingin perasaannya. Tidak hanya itu, Seo-jun juga seolah tidak memperdulikan pemuda itu meski Jae-min memasang wajah memelas. Kehabisan akal, ia akhirnya termakan omongan rekan-rekannya untuk menggunakan siasat licik.

Setelah melalui penyelidikan, Jae-min akhirnya tahu bahwa asisten fotografer yang juga rekannya Min-soo memiliki kakak perempuan yang masih duduk di bangku kuliah bernama Kim Geun-young. Dikenal sebagai gadis cuek yang kerap bermasalah dengan pelajaran, keruan saja Geun-young bingung ketika seorang pria yang cukup tampan muncul dihadapannya, memberi balon, kemudian pergi seolah tidak terjadi apa-apa.

Geun-young sendiri adalah gadis yang bertindak seperti layaknya orang seumurnya, di rumah ia kerap dimarahi oleh keluarga (terutama) sang nenek yang menginginkannya lulus secepat mungkin dan mengancam bakal mengusir sang cucu bila kedapatan gagal lagi dalam ujian akhir.

Terus menguntit gerak-gerik Geun-young, Jae-min mendapat kesempatan ketika gadis itu membandel dan memilih untuk dugem dibanding belajar. Paginya saat bangun, Geun-young kaget setengah mati ketika mendapati dirinya berada didalam sebuah kamar hotel, tanpa busana, dan Jae-min berada disebelahnya.

Yang membuatnya makin heran, justru pihak si pria yang minta pertanggungjawaban. Sejak saat itu, Jae-min terus membuntuti Geun-young hingga gadis itu menyerah dan akhirnya setuju untuk berpacaran selama seminggu.

'Intimidasi' Jae-min belum selesai. Malamnya saat sedang belajar di perpustakaan, Geun-young dikejutkan oleh kehadirannya yang telah membawa makanan untuk gadis itu. Diperlakukan bagai putri, lama-lama Geun-young tidak tahan juga dan mulai bersimpati pada pemuda misterius itu

source:1,2