Pages

27 Januari 2012

cinta tanpa permisi


Kau begitu sempurna...
Dimataku begitu indah...
Kau membuat diriku akan  selalu memujamu....

Penggalan lagu andra & the backbone yang lagi asyik2nya ku dengar di radio,dan tiba-tiba lily masuk berteriak-teriak laksana tarzan.
“mbak....di cariin tuh...”teriaknya dari luar pintu,karena pintu kamar aku kunci.Akupun bergegas keluar menemui lily.
“ada apa sih ly...”ucapku sedikit kesal.Lily Cuma cengengesan.
“alah...mbak santi tu...dicariin fans mu itu lo...”ucap lily menggoda dengan logat jawanya.

Huh,pasti pengamen itu.Akupun segera mengambil receh yang memang selalu aku sisihkan di toples khusus receh.Akupun segera menuju ruang depan,lily mengikutiku dari belakang.Terdengar lagu melly yang judulnya "jika" dari suara pengamen itu.Sudah seminggu ini hari-hariku jadi sedikit terganggu.Setiap sore hari adalah waktuku santai-santai setelah pulang dari kerja.Tapi sejak seminggu ini dan hampir setiap jam 5 sore.Pengamen itu selalu datang.Dan anehnya lagi dia tidak akan berhenti kalau aku belum keluar memberinya uang.Bahkan dia rela menyanyikan sampai 7 lagu menungguku keluar dari pintu gerbang kost.

Rese juga tuh pengamen.
“sore...santi..”ucapnya dengan cengar-cengir setelah menerima uang receh dariku.Lily hanya cekikikan waktu aku di goda lagi olehnya.

“maaf ya santi...pasti kamu nunggu saya lama sekali.”ucapnya kepedean.

“iih..geer banget kamu yah...”ucapku sedikit marah kemudian ngeloyor masuk ke dalam rumah.Lily malah lagi asyik ngobrol dengan pengamen itu.Akupun melanjutkan lagi aktivitasku yeah...mendengarkan siaran radio favoritku.Akupun mengambil foto Mas Doni di meja belajar samping kasurku.Sudah 2 tahun dia meninggal.Disitu juga ada gambarku bersama mas doni waktu kita hiking bareng.Betapa terpukulnya aku waktu mendengar mas doni mengalami kecelakaan pesawat saat dia mau melanjutkan sekolahnya di singapura.Saat itu aku masih tinggal di jakarta.Padahal mas doni janji akan melamarku saat dia selesaikan kuliahnya.Setelah peristiwa itu aku dikirim ke jogja sama bapak ibu untuk meneruskan kuliah.Aku tahu mereka berusaha membuatku melupakan mas doni.Tapi,aku akan selalu mengingatnya.Dia tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun.

Aku melirik pengamen itu lewat celah jendela.Sepertinya dia lagi asyik ngobrol-ngobrol dengan lily,astaga...dia melambaikan tangannya ke arahku.Apa dia tahu kalau aku mengintip mereka.Akupun cepat-cepat menutup jendela.Merebahkan badanku,sambil membaca teenlit yang tadi aku beli di gramedia.Grace teman satu kostku tiba-tiba nyelonong masuk ke kamarku untuk meminjam komputer karena laptopnya agak error.Katanya dia ada tugas dari dosen dan besok pagi harus di kumpulkan.Grace berasal dari medan.Wajahnya cantik,dengan rambut ala bob dengan kulit putih bersih.Setiap malam minggu dia selalu pergi bersama pacarnya hanya untuk sekedar jalan bareng.Pernah dia mengajakku jalan bertiga mungkin grace kasian karena selama ini aku jarang keluar seperti teman2 kosku lainnya.2 tahun disini aku hanya pernah ke malioboro itu saja hanya untuk membeli oleh-oleh kalau aku mudik lebaran karena bapak dan ibu senang dengan batik khas jogja.

“siapa sih san...yang ngobrol sama lily?”tanya grace padaku.

“oh...dia...pengamen..”

“iya dia fansnya mbak santi grace....”ucap lily nyelonong dan langsung memotong pembicaraanku.

“huss...sembarangan kamu...”ucapku menghardik lily.

“loh..bener to mbak...aku nggak bohong...”ucap lily membela diri.Kemudian dia duduk disampingku.

“ya ampun santi...ternyata kamu ada fans juga ternyata.Tapi kalau aku lhat dia oke lo.Biasanya pengamen itu kan agak kucel,kumel,pokoknya nggak bersih lah bajunya.Tapi dia sepatunya aja bermerk harga 400ribuan trus mana ada pengamen yang pake baju seharga 200 ribuan merknya aja rusty.

“betul itu grace...tadi aku sempat ngobrol2 namanya Adit.kayaknya grace adit itu suka sama mbk santi lo.”ucap lily pada grace.Aku menimpuk grace pake bantal love.

“Aauw....cie...malu tuh grace.Soalnya kan santi nggak nyangka dia punya fans.Janaka ku aja kalah sama adit”ucap lily meledekku.

“ya udah ambil sono ly...aku juga ga respect sama pengamen kayak dia.”ucapku sedikit gusar.Grace dan lily hanya tertawa melihatku ngambek.

“jangan marah dong santi...Aku tahu kamu masih mencintai mas donimu itu.Sampai kapan kamu mau menutup diri seperti itu.Itu semua takdir san”ucap grace sambil mengetik,aku hanya merenung.Iya,perkataan grace ada benarnya juga.Saat ini umurku sudah 22 tahun.dan aku kerja part time di sebuah butik di daerah gejayan sana.aku sengaja menyibukkan diriku untuk bkerja.ya lumayan  gajinya bisa buat beli keperluan kuliah.

“mbak santi...benar itu kata grace.”ucap lily menyadarkanku dari lamunan.Aku hanya mengangguk,tapi bukan berarti aku harus dengan si pengamen itu kan.Akupun beranjak keluar untuk membeli gorengan dekat perempatan jalan sana dengan meminjam motor mio hitam milik lily.Perutku memang laper sekali.Aku membeli gorengan 10 biji yah lumayan lah buat lauk nanti.maklum anak kost.Semuanya harus serba ngirit dan prihatin.Jangan sampai membuat orangtua khawatir.

Setelah sampai di tempat lek pardi nama penjual gorengan langgananku.Akupun menyalakan motor untuk kembali ke kost.Dan saat di tikungan tiba-tiba keseimbanganku sedikit oleng karena aku mengerem terlalu kuat hingga motornya dan akupun terjatuh.langsung saja orang-orang di sekitarku sigap dan menolongku.Saat seseorang memegang pundakku dan menanyakan keadaanku”kamu nggak apa-apa kan santi”tanyanya.dan terkejutnya aku saat dia begitu panik dan langsung menggendongku karena dia tahu aku nggak mungkin mengendarai motor karena kakiku berdarah.Ternyata dia adalah adit si pengamen itu.Aku meronta-ronta minta dia melepaskanku.Tapi dia diam saja dan terus meneruskan langkahnya.aku memukul bahunya supaya dia berhenti menggendongku.aku malu sekali saat orang-orang memandangku dengan senyum yang aneh.ya,aku tahu mereka menertawakanku yang bergelantungan kayak monyet pada pria yang nggak ku kenal.

“kamu jangan seperti itu..”ucapnya lembut.

“siapa sih kamu???”teriakku marah.

“aku adalah orang yang mengagumimu.Aku adalah orang yang rela menunggumu pulang hanya untuk menyanyikan lagu buat kamu.”ucap si adit gombal.

“cih...pengamen kayak kamu memang norak...kampungan.”ucapku sadis.

“sadis...tapi kamu rela kan turun hanya untuk memberikan receh buat aku???”ucapnya men-skak ku.

“ya iyalah...kamu kan nggak minggat kalau aku belum kasih receh.Mau kamu apa sih???”tanyaku gusar.tapi aku masih saja nyaman dalam gendongan pria ini.

“mau aku...aku Cuma pengen mengenal kamu aja.”ucapnya singkat.

“maap aja ya..aku nggak level sama kamu.kamu itu Cuma pengamen.”ucapku tambah sadis.dia hanya tersenyum mendengar ucapanku.Dia menurunkanku akhirnya di pintu gerbang.Lily langsung datang menyambut ku.

“cie...mesra banget nih...”ledeknya.aku tersenyum kecut.

“jangan kampungan deh ly...liat nih aku jatuh...”kataku sambil menunjukkan lututku yang lecet-lecet.Lily terkejut.

“ya ampun mbak santi..motor aku nggak apa2 kan???’’tanyanya,aku melotot ke arah lily.Si pengamen itu hanya tertawa mendengar pertanyaan lily.

“lily..aku yang sakit malah motor yang di tanyain”kataku sedikit kesal pada lily.

“tenang aja ly..motor kamu sedang di bawa ke bengkel langgananku.temenku yang bawa tadi”ucap si pengamen itu.

“Eh..ati2 ly...nanti motor kamu di jual kalu udah beres.’ucapku sengaja biar si pengamen itu dongkol.tapi bukannya marah malah senyum2 aja bersama lily.

“masuk dulu mas adit...”ucap lily.

“lily...siapa yang suruh kamu bawa dia masuk..”hardikku.

“ya ampun mbak...nggak ada terima kasihnya sedikitpun.Mbak kan udah di tolong sama dia”ucap lily sewot,aku jadi heran kok lily malah sewot sih.aku pun nggak ambil pusing.Kemudian aku masuk ke dalam dengan langkah agak tertatih.

“udah...cuekin aja...masuk yuk”ajak lily kepada adit.

“sorry deh ly...kayaknya waktunya kurang tepat aja kapan-kapan aja deh..rahasiain aja ya kalau sebenarnya aku bukan pengamen”ucap adit bisik2.lily mengangguk sambil mengacungkan jempol tangannya.Kemudian adit pun berlalu meninggalkan kost lily.
Sementara itu pada malam hari aku masih duduk sambil nonton tv di kamar.Nonton acara opera van java favoritku.Tapi aku masih perih kakiku jika di gerakkan kesana kemari.Terngiang-ngiang ucapan adit,

“siapa sih kamu???”teriakku marah.
“aku adalah orang yang mengagumimu.Aku adalah orang yang rela menunggumu pulang hanya untuk menyanyikan lagu buat kamu.”ucap si adit gombal.
“cih...pengamen kayak kamu memang norak...kampungan.”ucapku sadis.
“sadis...tapi kamu rela kan turun hanya untuk memberikan receh buat aku???”ucapnya men-skak ku.
“ya iyalah...kamu kan nggak minggat kalau aku belum kasih receh.Mau kamu apa sih???”tanyaku gusar.tapi aku masih saja nyaman dalam gendongan pria ini.
“mau aku...aku Cuma pengen mengenal kamu aja.”ucapnya singkat


Apa maksudnya sih tu orang.Dasar kurang kerjaan.umpatku dalam hati sambil terus memegangi kakiku yang masih sedikit perih.Yah,motor lily rusak aku jadi nggak enak sama lily trus aku besok kerja pake apa nih.mana kalau naik angkutan umum musti jalan dulu lagi.Ya Allah,kenapa semuanya jadi kayak gini sih.terlintas bayangan adit di kepalaku.

“kenapa mesti wajah dia sih yang muncul???apa nggak ada wajah yang lebih oke selain adit si pengamen tengil itu”ucapku bicara sendiri.

Tapi perkataan grace benar juga.Tampang adit nggak kayak pengamat.Malah lebih mirip anak kampus.Wajahnya ternyata oke juga.kulitnya aja bersih dia.tapi nggak berarti aku dekil loh.Tapi kenapa Cuma aku yang dia tungguin.Padahal penghuni kost ini kebanyakan cantik atau diatas rata2 lah.Lily,grace,Sasha,memey.sedangkan aku memang sih nggak secantik mereka.Tapi di kampus aku juga nggak kalah keren dari mereka minimal ada 3 cowok yang pernah nembak aku tapi aku tolak semua karena aku masih mencintai mas doni.Huh,kok aku malah mikirin si pengamen tapi ku akui sekarang oke itu sih.
Esok harinya aku bersiap-siap berangkat kerja jam 9 pagi.Selama sebulan ini aku memang nggak ada kuliah karena liburan semesteran.aku menuruni tangga dengan agak perlahan.

“mbak santi nggak apa2?”tanya lily.aku menggeleng.

“minta ijin aja san..”bujuk grace.aku juga menggeleng.

“santi...ada tamu nih...”teriak memey.

“ya mey...”balasku tak kalah nyaringnya.akupun berpapasan memey di ruang depan.

“cowok kamu ya san?”tanya memey.Aku mengerutkan dahi.

“cowok...”ucapku agak bingung.aku bergegas ke depan.Melihat si pengamen atau si adit-adit itu duduk manis menghadap depan.

“ck....ngapain kamu”tanyaku judes.

“mau nganterin kamu...”ucap adit enteng.

“idih...kamu tukang ojek???rasa-rasanya kemarin aku liat kamu masih wujud pengamen sekarang sudah wujud tukang ojek.”ejekku sambil melangkah keluar gerbang.Tapi sialnya aku malah terpeleset.Dan adit langsung sigap menolongku.Sejenak aku memandang matanya.Begitu juga dia memandangku.Hatiku berdebar-debar.Kapan terakhir kali aku merasakan seperti ini.sepertinya sudah lama sekali.Akupun melengos,dan adith membantuku berdiri.

“makasih....”ucapku pendek.

Adit langsung nenstarter motornya matic.Dia mempersilahkan aku naik.Tapi aku menolaknya dan berjalan menjauhinya.tapi dia tetap menyalakan mesinnya secara pelan-pelan dan mengendarai di sampingku.Melihatku berjalan dengan agak kesusahan akhirnya dia memberhentikan motornya tepat di depanku.

“santi...aku mohon naiklah...”ucap adit.

“nggak mau...Aku nggak kenal kamu ya...jangan macam-macam”ancamku.

“oke...kita kenalan...namaku adit...kamu santi kan”ucapnya sambil mengulurkan tangannya di depanku.aku menangkis tangannya.

“huh..nggak lucu!!!”kataku marah.

“santi... mataku  nggak bisa melihat makhuk terindah seperti kamu jalan terseok-seok seperti itu.Hatiku perih melihatnya”ucap adit.Aku terdiam dengan penuturan adit.Bahkan aku belum pernah mendengar mas doni berbicara seperti itu.

“udah deh...nggak usah sok kenal gitu...”ucapku jutek.Adit mencengkeram lenganku,aku agk ketakutan dengan tatapan matanya.dia menuntunku ke boncengan motornya.Akhirnya aku menurut aja.Ya walau dengan perasaan agak sebel.

“jangan jutek gitu dong...sayang kan punya wajah semanis itu tapi dipasang muka jutek.Pokoknya selama kamu belum sembuh.aku akan antar jemput kamu.”ucap adit.aku mencubit badannya.

“aaw....sekarang udah berani main cubit ya...”ucapnya menggoda sambil tertawa,aku mendengus sebal.

“emang kamu siapa sih...sok banget antar jemput aku,aku nggak mau ya orang ngira kita ada hubungan padahal kenal aja.Ok aku setuju tapi aku nggak mau gratis.Aku tetep bayar kayak tukang ojek itu”lanjutku.Dia mengangguk senang.Tak lama kemudian aku sudah sampai di depan butik tempat aku kerja.Dan dia melemparkan senyum khasnya sambil berteriak

”Daagh...santi.”teriaknya.Dasar kampungan,sungutku.

Baru masuk ruang depan aja udah di godain banyak orang,

“duile..santi...pacarmu baru nie ye...”ledek aga partnerku.Dan tak lupa pak sumoyo satpam di butik tempat ku bekerja,juga meledekku.

“pacarmu bagus ngono nduk...”ucap pak sumoyo.

“pacar....pacar....sopo pacar...”ucapku kesal.

“alah....gitu aja pake malau-malu..san...besok kenalin ke mbak yo”ucap mbak tantri sekaligus sebagai supervisor di tempatku.Akupun tidak menghiraukan perkataan mereka dan langsung menuju ruang ganti karyawan.Saat di ruang ganti aku masih tetap saja memikirkan adit si pengamen kece itu.ya dipikir-pikir sadis juga ya aku selama ini padahal niatnya dia Cuma temenan sama aku.Tapi,dia itu kan pengamen.apa kata temen2 kalau tau dia pengamen.alah cuekin aja lah..teman kan nggak memandang status.Dan ternyata2 adit baik juga ya mau antar jemput aku.Akupun senyum2 sendiri mengingat kejadian tadi pagi.tiba2 handphoneq berbunyi.

Unknow number:
Selamat bekerja ya santi,aku tidak sabar  ketemu kamu lagi.adit

“adit...???”.Dia tahu nomerku darimana ya??”tanyaku dalam hati.Pasti lily gila nih.Dasar lily...awas kamu ya.Akupun mulai keruang depan untuk menanti customer datang.

Adit masih saja di kamarnya menanti balasan dari santi.
1 menit,
5 menit,
15 menit,
30 menit,
2 jam,

“pasti dia tidak mau balas...dasar santi.”cibir adit.adit pun mondar-mandir sambil nunggu balasan dari santi.sampai akhirnya dia caek sekali karena menunggu balasan sms dari santi.adit jadi ingat saat itu Dia sedang minggu pagi di kawasan UGM,maklum Sunday morning disitu memang terkenal banget.Dari yang masih imut-imut sampai yang amit2 disitu ada.Kebetulan saat itu adit juga pengen refreshing,habis ujian semesteran.Dan saat itu dia bersama si poltak temannya asli tapanuli.Dan ketika mereka lagi duduk meregangkan otot habis lari2 mereka melihat santi dan lily sedang lari2 pagi.Sejak melihat pertama adit langsung terpana,santi yang sedang lari2 pagi dengan penuh gelak tawa bersama lily.Dan saat mereka berdua sarapan bubur ayam,adit dan poltak menguntit mereka.Dan adit memutuskan untuk mengikuti mereka pulang,secara diam-diam tentunya.Ya semoga aja perjuangan adit buat pedekate sama santi berhasil.Udah di bela2 in ngamen lagi.Hihihihi...kriing suara Hp adit

Santi:
Kampungan,norak!!!!!!

“akhirnya dia balas juga...”ucap adit kemudian buru2 membalas.

To:santi
Biar kampungan,kamu juga mau

Santi:
Dasar gila....

To:santi
Kamu tahu....aku tergila2 sama kamu...kamu buat aku gila.dan karena kamu aku bisa melakukan hal gila...


Setelah membaca sms terakhir dari adit aku langsung menelponenya.tengsin juga sih,tapi aku penasaran.dan tentu saja adit sangat riang menerima telp dariku.

“hai santi....kangen ya”ucap adit pede banget.

“siapa juga yang kangen sama orang norak kayak kamu.maksud kamu apa sih bilang kalau bisa melakukan hal gila???”tanyaku gusar.

“ooh...itu rahasia dong....”ucapnya membuatku kesal dan aku langsung mematikan telpnya.iih...kok ada ya makhluk nyebelin kayak dia.Akupun langsung kembali bekerja.Tapi sepertinya adit malah gantian telp buktinya hpku getar2 mulu ni.
Aku jagi geer gitu sih dengan kata2 adit.aku mereject setiap panggilan adit.habis baru kerja di telp.

“hayo ngelamun aja...awas ada setan lewat.”ucap mbak tantri mengagetkanku.

“aah...mbak tantri...siapa yang ngalamun”sanggahku.

“itu tadi...nungguin sms masmu yo...?”tanyanya.

“siapa yang nungguin sih mbak...”ucapku.

“sana kamu layani permintaan tamu...”suruh mbak tantri.aku mengangguk,kemudian melaksanakan tugasku.Jam 4 sore aku pun mulai bergegas untuk pulang.Baru di tepi jalan adit sudah menghampiriku,dia mempersilahkan aku untuk naik.Agak bete juga sih,tapi terbesit kerinduan jika aku tidak melihatnya.Penampilannya agak beda.Dia menggunakan kemeja hitam dengan jeans biru.

“mau kemana sekarang???”tanyanya.

“ya pulanglah....mang mau kemana lagi muter2 jogja gitu”jawabku jutek.

“kalau kamu mau aku nggak papa nganterin.aku tahu selama disini kamu belum pernah kemana2 kecuali ke malioboro doang kan”tanyanya.

“iih...sok tau kamu...”ucapku menahan malu.

“lily yang cerita kok..”jawabnya.

“emang lily siapa kamu sih..”tanyaku curiga.

“jangan cemburu dong...aku mengorek2 keterangan kamu dari dia.”

“cih...dasar anak itu..”

“awas2 ada polisi tidur!!!”ucapnya.Akupun melingkarkan tanganku di pinggangnya takut jauh.aduh..lega banget tapi pantatku agak sakit juga sih.akupun ingin melepaskan tanganku.tapi adit tetap menahan nya.aku berusaha supaya tanganku bisa lepas dari pinggangnya tapi sia2 pertahanan tangan adit kuat juga.

“lepasin..!!!!”teriakku.

“nggak!salah sendiri kamu pegangan.”ucapnya santai.

“iiih...nyebelin banget sih kamu tu...”ucapku agak sebal,kemudian mencubitnya.

“aaw...aaw...”teriaknya akhirnya tanganku lepas.sedikit jahat juga sih.

“sukurin...”umpatku.

“jahat aah...kalau kita jatuh gimana??besok2 nggak boleh gitu.aku nggak mau lihat orang yang aku sukai sakit”ucap adit blak2an.

“eh aku timpuk pake sepatu lo...”ancamku.

“maaf deh...”ucapnya.Aku hanya tersenyum kecut,tapi sedikit berbunga-bunga juga karena ada orang yang menyukaiku sampai seperti ini.

“oya...kalau ada tempat yang ingin kamu kunjungi.kamu pengennya kemana???”tanya adit kepadaku.

“ngapain nanya2...mau tahu aja..”jawabku.

“ayolah......”ucapnya memohon.

“baik...aku pengen kepantai...”jawabku ngawur.

“hm....pantai...siap2 ya...aku pengen bawa kamu ke pantai paling indah di jogja.”kata adit.

“eh...tunggu2...”

Tapi adit cuek dan motornya mulai melaju cepat.Menyusuri jalanan kota2 jogja.kemudian kita melewati kampus ISI.saat lewat dia berkata

”ini kampus aku...”ujarnya.

 “hah...kamu kuliah????nggak salah nih...pengamen kayak kamu????”tanyaku kaget.

“ceritanya panjang...”jawabnya singkat.Kemudian kjita melanjutkan perjalanan,menyusuri jalanan pedesaan yang di kiri kanannya Cuma terdapat sawah dan pepohonan di sepanjangnya.

“aku baru pertama kali lewat daerah ini...aku kira jogja nggak ada tempat seperti ini.”ucapku dengan penuh kekaguman.

“masa sih...wah aku beruntung banget.karena aku orang pertama yang ngajak kamu...”ucap adit kemudian tertawa.

“ciih...kampungan deh...”ucapku sebal.

“kamu jangan gampang marah dong...nanti cepat tua....”ucapnya pelan.Lama2 aku simpatik juga dengannya,entah kenapa aku mulai nyaman.Setiap bicaranya membuatku terkesan.kenapa aku jadi termakan omongan sendiri sih.Nggak!kamu nggak boleh suka sama orang ini.Mana kamu tahu dia baik.Kamu bilang hati kamu hanya untuk mas doni?tapi sampai kapan sih seperti ni.apa kamu nunggu mas doni hidup lagi.Hal yang paling tidak realistis.sudahlah..jalanmu masih panjang.Hadapi ajaa semua yang ada di depanmu.Jangan tengok masa lalu lagi.Sungguh menyakitkan.jerit suara hatiku.

“kenapa sih kamu baik sama kau...kenapa juga kamu perhatian sama aku”tanyaku dengan sedikit penasaran dengan jawabannya.

“gimana ya....masak aku ngomongnya dijalan sih.”

“ya udah deh...lupain aja!”ucapku sewot.

“iya2...kalau aku jawab apa kamu nggak marah??”tanyanya.

“tergantung...jawabnya enak apa nggak...”

“mana ada jawaban enak..nyenengin ada itu..”ucapnya sambil bercanda.

“kamu suka bercanda ya....aku serius nih..”ucapku nggak sabaran.Tapi adit tetap diam,sampai akhirnya kita berhenti di pinggir jalan.Ya,adit langsung menawarkan makanan pecel pincuk padaku.Sebetulnya aku nggak suka tapi karena aku lapar banget akhirnya aku terima.Menikmati pecel di pinggir jalan dan duduk dibawah pohon asem yang rindang.

“pelan-pelan aja...”ucapnya menasihatiku.

“iya...nggak usah sok menasihatiku.”ucapku tegas.Dia hanya tersenyum.

“mbah kulo pesen dawet patine 2 nggih”ucap adit.Simbah penjual hanya mengangguk.

“kamu ngomong apa sih??”tanyaku.

“oh..aku pesen es dawet .”ucap adit menerjemahkan.

“enggak maksudnya apa itu kulo-kulo...”tanyaku penasaran sambil menikmati suapan terakhir pecel.

“aku ngomong basa jawa krama...artinya bahasa jawa yang sopan sama orang yang dihormati atau lebih tua.”ucap adit.

“oh gitu...”.tiba-tiba adit membersihkan bumbu kacang yang sedikit tersisa di bawah mulutku.Saat tangannya memegang  aku sedit malu karena hatiku berdebar-debar dan aku langsung memalingkan muka.Setahnya aku menghabis es dawet dan ku memberikan uang 20ribu tapi adit menahannya.

“biar aku saja...”

“enak aja...aku nggak mau gratisan...”

“ya nggak gitu yang cowok wajib bayarin ceweknya makan dong...udah prinsip bagi cowok tau...”

“emang aku cewek kamu???
    
“ehm...kamu mau nggak jadi cewek aku???”tanyanya sedikit malu2.aku sedikit malu2 juga dengan pernyataan langsung adit.Tapi kita kan baru kenal 2 hari ini aja.berani-beraninya dia nembak aku.

“udah ah...aku nggak suka bercanda sama kamu”ucapku gusar.Adit sedikit kecewa terlihat dari guratan wajahnya.Dan kita melanjutkan perjalanan di tengah perjalanan aku hanya diam dengan penuturan adit.

“maafin aku ya san....tapi aku benar2 suka sama kamu..”ucap adit pelan.Aku tidak menjawab perkataan adit.Tak terasa aku sudah mencium bau laut.Akhirnya aku ke pantai juga.Jadi ingat waktu mas doni ingin menyatakan cintanya dia mengajakku ke pantai anyer.Dan dengan gembiranya aku menjawab iya.

“kamu ingat mantan kamu ya san...”ucapnya kepadaku,aku kaget juga apa dia punya kemampuan membaca pikiran orang.

“maksud kamu....”tanyaku penasaran.

“iya...kamu jadi inget dengan mantan kamu kan.”ucap adit.Kita sudah memasuki pintu masuk pantai parangtritis.Pantai yang tersohor di parangtritis.adit membayar tiket masuk.

“jangan sok tau kamu.kamu punya indra keenam???”tanyaku takut.

“ha ha ha ha....jangan khawatir aku Cuma asal tebak aja.’ucap adit berseloroh.

‘uuh!!nggak lucu tau...”ujarku marah.Tak lama kemudian kita memarkirkam motor dan berlarian menuju pantai.

“wah...bagus ya...kalau sore rame begini???”tanyaku.Adit mengangguk.Kemudian aku melepas sepatuku dan menaikkan celanaku.aku mendekat kearah air.

“AAAAAARRGGHHH........!!!!!!!”teriakku.ku bentangkan tanganku menikmati keindahannya.andai saja mas doni ada di sampingku.

Tanpa ku sadari adit mengambil gambarku dengan kamera handphonenya.Saking riangnya hatiku karena yeah selama 2 tahun di jogja aku belum pernah kemana-mana kecuali ke malioboro.dan akhirnya aku sampai juga disini.bermain dengan ombak.di sebelah timur terdapat anak2 yang memainkan layang2 disana.suasana sore hari.senja yang indah di parangtritis.Adit ternyata juga memvideo aku.tampak ulasan senyum bahagia darinya melihatku tertawa.Bahkan tanpa sungkan2 aku mengajaknya bermain.Dan tentu saja adit senang hati menerimanya.

1 jam kemudian setelah puas bermain-main aku memutuskan untuk istirahat sejenak.duduk di tepi pantai.Tampak pedagang asongan menawarkan dagangannya.Ada kacamata,cindera mata,tapi aku lebih tertarik dengan seorang kakek yang menjual minuman seperti limun,kata adit itu adalah legen.

“san...kamu mau nggak jadi pacar aku...”ucap adit memecah kebisuan diantara kami,karena aku menikmati suara deru ombak.

“hah...pacar...???”tanyaku kaget.adit mengangguk.

“ya ampun adit,aku baru kenal kamu 2 hari ini...mana mungkin secepat itu jadi pacar...jadi temen aja aku belum tentu terima...”ucapku cuek.

“loh ini kan udah temen....”ucap adit bingung.

“Bukan kamu sekarang sebagai pemandu wisata...”

“oh...Cuma pemandu wisata...”adit sedikit kecewa.

“iya...”.

“enggak...enggak....kita temenan dulu ya....”ucapku meralat perkataan,aku takut membuatnya kecewa.senyum manis tersungging di sudut bibirnya,aih...aih...manis nian adit.

“beneran nih...”tanyanya mencoba meyakinkah,aku mengangguk.Kemudian dia memberikan jari kelingkingnya,aku menyambutnya.

Akupun mulai ngobrol lebih banyak dengan adit,tapi semuanya terganggu saat seseorang datang kepada adit.

“adit....ya ampun adit!!!!”ucap cewek itu histeris,aku jadi penasaran siapa cewek itu.

“loh amel....ngapain kamu disini...”tanya adit tak kalah hebohnya,kemudian mereka saling salaman dan saling cipika cipiki.Iiih...dasar pengamen sok kegantengan.agak bete juga aku ngeliatnya.Ya ampun santi ngapain kamu cemburu?tanya suara hati kecilku.

“oh ya...kenalin santi...ini amel temenku...”ucapnya kepadaku,

“ehem...lebih tepatnya mantan orang yang pernah nolak adit...hihihi...”ucap cewek yang bernama amel.

“santi....’jawabku singkat.

“amel...lebih tepatnya amanda amelia.”ucap amel dengan agk centil.

“oh ya dit...sekarang aku mengelola bisnis rumah makan milik ibu aku...mampir yuk...”ajak amel.

“ehhm....”

“o ya dit...sekarang udah jam 6 nih,pulang yuk aku capek banget nih..’’ucapku memotong pembicaraan adit dan amel.

‘ya sayang banget ya aku ketemu kamu lagi sebentar...padahal aku mau ajak kalian menikmati menu2 di tempatku loh...”ucap amel dengan semburat kecewa di wajahnya.adit sepertinya tahu kondisiku yang agak capek,padahl aku sengaja memasang tampang memelas karena aku bete aja liat kecentilan amel.

“ehm...iya ya...kapan2 aja deh mel...lagian kan sering kita ketemu di kampus...”ucap adit.

Akupun kemudian berjalan perlahan meninggalkan mereka.Tau gini aku nggak mau diajak keseni,bikin keki aja
.Kalau kata lily temenku “marai emosi”.dan astaga....mereka malah ngobrol asyik banget dikit2 amel cubit adit,aku semakin mempercepat langkahku.meninggalkan mereka,dasar rese...mana aku nggak tahu daerah sini lagi.mereka malah ketawa cekikikan lagi.Udah ketemu di kampus tiap hari masih aja kurang.

“SANTI!!!!!!”.aku mendengar adit berteriak,tapi aku nggak peduli.

“kejar sono dit...cemburu tuh...”ucap amel,adit mengangguk.

“bye amel...”ucap adit melambaikan tangan dan berlari mengejarku.

“bye adit...”jawab amel.
Aku sudah berada dekat para tukang ojek.

“ojek pak...gejayan berapa???”tanyaku.

“waduh mbak...gejayan daerah mana???”tanyanya.

“itu dekat kampus UNY...daerah kota sana”ucapku menjelaskan menunjuk kearah utara.

“kejauhan mbak,jaraknya 25 kilo lebih itu.....”ucap bpk ojek,aku berjalan meninggalkan mereka dengan kesal.adit tiba-tiba sudah disampingku dengan motornya.

“kamu kok main pergi sih...”tanya adit.aku tetap saja melengos tak menjawab.

“san...kamu marah???”tanya adit.

“ngapain juga marah sama pengamen norak kayak kamu...”ucapku judes banget.

“atau kamu cemburu ya...sama aku...”tanyanya dengan cengar cengir.

“eh...jangan asal nyablak deh...ngapain juga cemburu nggak jelas banget ‘jawabku sewot.

“aduh...kamu kalau marah2 gitu tambah manis deh san....’ucap adit mencoba menggodaku,tak urung aku senyum juga kemudian aku naik ke boncengan.

“aku khawatir banget deh sama kamu.jangan ngambek gitu san,aku tadi ngobrol2 sama amel.”ucap adit mencoba menjelaskan.

“mantan kamu itu...aku nggak peduli....”ujarku cuek.

“oke...oke...sekarang aku antar kamu pulang..”ucap adit.

Kita kembali pulang,tapi sialnya saat di perjalanan motor yang kami tumpangi bocor bannya,terpaksa aku jadi jalan kaki sejauh 2 kilo.padahal hari mulai gelap,mana malah turun hujan lagi.

aduh....udah jalan kaki masih kehujanan pula.aku basah kuyup dan tubuhku mulai menggigil kedinginan.Adit melihatku dengan penuh rasa kasian.dia membuka tasnya dan mengeluarkan jaketnya yang tersimpan dalam tas.Menutupi tubuhku.tak lama kemudian kita menemukan sebuah toko yang menjual jas hujan.

adit membelinya untukku.Aku jadi simpatik dengan semuanya.20 meter dari toko aku melihat sebuah bengkel tambal ban.dengan hati riang aku berjalan bersama adit.Setelah sampai kami pun menunggu motor untuk diperbaiki.disamping bengkel ada sebuah gubuk.danaku memutuskan melepas lelah.

“maafin aku ya san...gara-gara aku kamu basah kuyup begini.’ucap adit dengan menyesal.aku mengangguk.

“gak papa dit...mau di kata apa ini kan sebuah kecelakaan kecil...”kataku mencoba menenangkan.

Jam 8 malam aku tiba di kost2an.grace dan sasha menyambutku.Merka khawatir denganku yang basah kuyub dan tubuhku demam tinggi,tak lupa aku juga mengalami flu berat.sepertinya mereka marah dengan adit.Tapi aku mencoba menjelaskan.Bahwa adit mengajakku ke pantai dan aku menerimanya.Tapi mereka tetap marah dengan adit.

“maafin aku ya teman2...aku udah jadian sama adit dan untuk merayakannya aku pergi ke pantai parangtritis.”ucapku mencoba membela adit.

“tapi san...”ucap adit.karena kepalaku udah pusing tiba-tiba aku langsung saja mencium pipi adit.semuanya syok melihat tingkahku,padahal mereka tahu kalau aku benci dengan adit.lily pun sampai melongo.

‘ya udah pulang sana dit,aku istirahat dulu...”ucapku kemudian kepalaku berkunang2 dan tubuhku ambruk seketika.semua penghuni kost panik,begitu juga dengan adit panik setengah mati.Adit langsung membawa tubuhku ke kamar,aku masih bisa merasakannya.tapi setelah itu aku terlelap.

Hamparan padang rumput yang luas...disekitarnya terdapat bunga2 yang paling aku sukai.aku mencoba memetik bunga,lihat disana ada danau.aku menjinjing rokku...dan bayangan mas doni yang sedang berada di tepi danau melambaikan tangannya dengan membawa balon warna putih.aku menghampirinya.aku memeluknya...dan dia membelai rambutku.tak terasa air mataku menetes.begitu rindunya aku dengan mas doni.Tapi dia hanya diam....aku merindukannya.aku tak kuasa menghapus mas doni dari hidupku.dan sosok adit datang balik pohon mas doni kemudian menjauh...semakin menjauh,sekuat tenaga aku memegang erat tangannya...tapi aku tak kuasa.

Aku hanya bisa menjerit...aku hanya bisa menangis...dan mas doni pun menghilang..dan dia mengulurkan tangannya kepadaku.Aku masih terisak...aku masih menjerit galau.dan dia menenangkanku.Aku menyambutnya,aku tahu berat sekali melepaskannya.Tapi orang ini tiba-tiba datang di hadapanku.Dan kenapa aku menerimanya.kemana diriku yang dulu.Aku menggenggam erat tangannya.Aku tidak ingin kehilangan dia lagi.Aku akan selalu di sampingnya.

Samar-samar aku melihat wajah-wajah mereka.senyum tersungging di bibir mereka.Memey,sasha,lily,grace.Ya aku ingat,mereka teman satu kost ku.Mereka saling memeluk begitu aku membuka mata.

“mbak santi...ini aku lily...”

“santi...”ucap grace.mereka berempat memelukku.tak terasa air mataku menetes,yah mereka keluargaku satu-satunya disini.dan begitu terharunya aku.

“syukurlah kamu baik2 saja....aku kawatir sama kamu...2 hari kamu tidur dan badanmu demam tinggi.kami khawatir sekali san...kami sempat melabrak adit.tapi untungnya dia menjelaskan semuanya.dan akhirnya kami semua paham”ucap memey.lily mengangguk.

“tapi dia tanggung jawab kok san...dia menggendong kamu sampai kamar,dia juga yang memanggil dokter.Padahl waktu itu hujan sangat deras sekali.”ucap sasha.

“adit juga yang nemenin kamu waktu sakit...”ucap grace.

“iya...bahkan dia tidak tidur selama kamu sakit.beberapa menit yang lalu kami menyuruhnya pulang.dia terlihat kecapekan.”ucap lily.adit,maafin aku sudah ngerepotin kamu.

“ngomong2 sejak kapan kamu jadian...pake cium pipi lagi”ujar grace kepadaku.mereka semua meledekku.

“emang gitu...aku cium dia????buah...ebuah....”sambil mengelap bibirku.

“pura-pura nggak inget nih...aku juga tahu kalau kalian sebenarnya nggak pacaran ,tapi kamu berusaha melindungi dia kan”sidik memey.

“kok kalian tau...”ucapku malu.

“adit cerita sendiri.Ternyata adit anak ISI ya?dia cerita, buat narik perhatian kamu dia sampai rela jadi pengamen.Uh...romantisnya”ucap sasha dengan berandai-andai penuh khayalan.

“adit itu ganteng juga ya....”goda memey,lily menyenggol memey.

“ngawur kamu...awas nanti kalau mbak santi marah.”ucap lily.aku hanya tersenyum dengan tingkah laku mereka.Adit...jadi selama ini dia juga anak kampus.Selama ini aku sudah begitu tega dengannya.OMG kenapa aku menyia-nyiakannya.Dia hanya ingin menjadi temanku,tapi aku terlalu naif padanya.Maafkan aku dit...dengan semua kesombonganku.

Akhirnya teman-teman membiarkanku istirahat sendirian.aku meraih foto mas doni di sampingku,dan ada selelbar kertas yang terjatuh.Tubuhku terlalu lemah untuk memungutnya,Perlahan aku meraihnya dengan tanganku.

Untuk santi :

Semoga kamu cepat sembuh ya santi...maaf kalau saat kamu sudah sadar aku nggak ada di samping kamu.Mungkin aku baru menyesal hari ini.Aku menyesal karena aku sudah buat kamu menderita dengan semua ke egoisanku.Ku memang nggak tahu diri,mati2an kamu menolak aku.Tapi aku tetap saja bertahan.
Betapa perihnya hati aku saat kamu masih terbaring lemah.Aku begitu menyesal aku telah membuang semua senyumu.senyum yang pasti indah bila kamu tidak sakit.Saat aku menjagamu tak sengaja aku melihat foto antara kamu dan mantan pacar kamu yang waktu aku tanya lily namanya mas doni.Kamu juga sempat memanggil2 nama mas doni.Sebenarnya aku kesal juga,aku cemburu banget rasanya.Kenapa bukan aku saja yang kamu sebut.Tapi untunglah saat aku mau keluar kamar.Kamu memanggil namaku.Tuhan memihakku.Tapi aku tahu aku hanya jadi pengganggu diantara keheninganmu.Kamu masih mencintai dia kan??andai saja aku bisa membuat kamu mencintaiku.Sejuta kata ingin aku ucapkan padamu,tapi berhubung kertasnya kurang aku tulis  9  kata aja ya.Kenapa aku bisa suka sama kamu...
Santi yang manis,
Santi yang cantik,
Santi yang jutek,
Santi yang suka marah2,
Santi yang cemburuan(waktu aku sama amel,hehehehe....peace),
Santi yang cuek,
Santi yang cium pipi ku,
Santi yang ngaku kalau aku pacarnya(walupun aku tahu km dlm keadaan nggak sadar),
Santi yang sabar,
Hah...apa lagi ya...kalau kamu jadi pacaku sejuta kata ini akan selalu kamu dengar.Bercanda....jangan manyun gitu ya.Maaf ya...aku bohong soal kalau aku pengamen.Aku mahasiswa ISI,aku begitu menyukaimu waktu kamu lagi Sunday morning di UGM bareng lily.Apa kamu percaya love at the first sight???kalau aku percaya.Karena kamu buat aku gila.Kamu buat aku jadi pengamen hanya untuk liat wajah kamu setiap hari.Cinta itu memang tanpa permisi ya...muncul tiba2.Dan aku selalu berharap bahwa suatu saat nanti aku bisa memilikimu,dan kau bisa mencintaiku untuk selamanya....
Yang mencintaimu
Adit


“adit....maafkan aku...”ucapku terisak.aku mengenggam erat surat itu yang sudah basah oleh air mataku.
Kenapa aku harus menyia2kan orang yang mencintaiku.Dasar kamu bodoh santi.Bodoh!!!!!!aku memukul kepalaku.Dan aku melihat boneka panda yang dibungkus rapi sekali.

“ini kan boneka yang aku pengen waktu jalan ke mall.Siapa yang beliin ya????”tanyaku bingung.

“nggak mungkin deh kalau lily.Mana mau dia beli barang yang nggak berguna buat dia.Apalagi dikasihkan ke aku.”ujarku sambil menerka-nerka.

“dia yang bawain buat kamu....”ucap grace dengan tiba-tiba sambil membawa bubur kacang hijau kesukaanku.

“dia?????maksud kamu adit????anyaku dengan tidak mengerti,grace hanya mengangguk.Akupun kembali meneteskan air mata,dan grace memelukku.

“grace...dia sangat perhatian denganku.Tapi,aku selalu memarah2inya....”ucapku dengan terisak mengingat adit.

“sudah san...jangan bersedih...”ucap grace.

“aku memang egois...aku memang munafik...dasar bodoh!!!!”teriakku sambil memukul2 kepalaku.

“aku butuh orang seperti dia grace...”ucapku dengan menyesal.grace hanya mengangguk.kemudian dia membaca surat adit.

“sabar ya san.....’ucap grace kembali menenangkan.aku hanya mengangguk.

“ya sudah buburnya dimakan dulu,maaf ya aku nggak bisa nemenin kamu lama-lama.Aku ada kuliah 1 jam lagi.”kata grace.

“iya...makasih grace..”ucapku dengan sesenggukan.

Setelah itu adit sudah jarang lagi nampak.Bahkan sepertinya dia sudah menghilang dari kehidupanku.
Walaupun sebenarnya aku selalu menengok Hpku.Bahkan aku selalu menengoknya dari jendela.Seminggu ini rasanya ada yang hilang dari hari2ku.entah kenapa aku jadi merindukannya.

Dan aku terlalu naif untuk mengakuinya.Aku mencoba untuk menelphonenya.Tapi selalu gagal,bukan karena tidak ada pulsa atau tidak nyambung.Tapi karena aku kembali mengurungkan niatku untuk menghubunginya.Aku malu dengan semua kata2ku

.Mana mungkin aku menjilat ludahku sendiri.Aku merasa kehilangannya,dan aku baru merasa ini adalah perasaanku terhadapnya.Aku menyukainya.Di setiap waktuku aku memikirkannya.Nafsu makanku menurun,karena aku merindukannya.Bahkan tidurku pun kurang karena aku selalu menggoreskan perasaanku ke buku diary sampai larut.Semuanya begitu menguras energi.Aku menyukainnya,tapi aku malu mengungkapkannya.

ADIT,ADIT,ADIT....hanya nama itu yang sekarang ada di benakku.
Tuhan...berikanlah aku kesempatan jika dia benar-benar untukku.
Ijinkanlah aku untuk bersamanya,melewati hari2ku bersamanya.
Aku benar2 mencintainya,aku benar2 menyayanginya.
Jika engkau berkenan...pertemukan aku dengannya.

Aku menutup diaryku,aku mendekapnya.Adit...kamu tega sekali.Kemarin,kamu tiba2 datang dan bilang kalau kau mencintaiku.
Dan sekarang tiba-tiba kamu pergi tanpa tahu perasaanku.

Apa yang harus aku lakukan untuk membuat kau mencintaiku
Segala upaya tlah aku lakukan untukmu
Apa yang harus aku tunjukkan
Untuk membuat kau menyayangiku
Inilah aku yang memilih kau untukku.

Karena aku mencintaimu
Dan hatiku hanya untukmu
Takkan menyerah dan takkan berhenti mencintaimu
Ku berjuang dalam hidupku untuk selalu memilikimu seumur hidupku setulus hatiku hanya untukmu

Aku mendengar seseorang menyanyikan lagunya seventeen yang judulnya “untuk mencintaimu”.

“adit....iya dia pasti adit...”ucapku dengan girang,saat aku lagi asyiknya dikamar.akupun berlari menuju depan untuk menyambut adit.

“adit!!!!!”teriakku.Loh,saat aku membuka pintu.Ini bukan adit inikan ifan seventeen sama kawan2nya.aku menengok kekanan dan kiri siapa tahu adit sembunyi.ternyata bukan aku sedikit kecewa.

“seventeen kok bisa sampai sini sih...masak seventeen ngamen????”tanyaku agak bingung.

“iya...kami dipesan khusus sama sesorang....kamu yang bernama santi??katanya temen kamu,kamu ngefans sama seventeen.”ucap ifan.Aku mengiyakan mereka.

“trus...siapa yang memesan kalian???”tanyaku.

“aku...”ucap adit yang langsung berada di belakangku.Dia muncul dari balik pohon persis seperti mimpiku.

“a...a..dit.Kamu adit???”tanyaku dengan penuh keraguan.adit mengangguk.Aku langsung memeluk adit.Dia bingung denganku tapi setelah itu diapun memelukku erat.

“selamat ulangtahun ya santi...”ucap adit sambil membelai rambutku.

“hah...ultah???ya ampun...aku sendiri sampai lupa kalau sekarang aku ultah...”kemudian melepaskan adit.

“happy bithdays to you.....”ucap ivan sambil mengeluarkan kue tart coklat dan teman2 kostku pun langsung datang dan memeriahkannya.aku meniup lilinnya dan aku memberikan kue pertama buat adit.

“tunggu....kamu keterlaluan deh...kamu kemana selama ini.udah nggak ada kabar tau2 udah kesini bareng seventeen.”tanyaku dengan agak kesal.

“aku menunggu waktu yang tepat.dan kata lily selama aku nggak ada,kamu sedih bahkan liat tubuh kamu agak kurusan....aku bingung harus bagaimana lagi.
Tapi lily bilang kalau nggak lama lagi kamu ultah dan katanya kamu ngefans banget sama seventeen.dan kebetulannya lagi ivan itu temen smp aku dulu.Ya jadi beginilah...dan lagu untuk mencintaimu itu adalah kenyataan persaanku..apa kamu mau menerimaku”tembak adit kepadaku sambil mengeluarkan boneka panda di balik tangannya.Aku agaksedikit malu.

“trima...trima....trima...”teriak mereka.Tuhan kau sudah membuktikannya.aku tidak akan pernah membuang kesempatan ini lagi.Aku menerima boneka pandanya dan memeluknya.Aku bahagia sekali,sampai2air mataku terjatuh.Semuanya bersorak gembira.Begitu juga adit.

Akhirnya kami pacaran,dan aku tahu cintanya begitu indah.Cintanya menggetarkan hatiku.Dia begitu romantis, membuat semua orang iri padaku.Cinta kami sederhana tapi begitu indah....aku selalu menagih 1 juta kata saat kami berduaan.

“mana katanya 1 juta kata...”pintaku saat kami sedang menikmati malam hari di atas gedung.

“ya aku nggak bisa ngomong sebanyak itu...seminggu aja nggak cukup”katanya hiperbola.

“tuh kan bohong...”ucapku merajuk.kemudian adit membisikkan kata kepadaku.

“aku mencintaimu santi.....aku mencintaimu santi.....aku mencintaimu santi.......”ucapnya.Lalu akupun tersenyum dan berbalik memandangnya.Aku mulai paham dengan 1 juta kata itu.dan aku selalu mendengarnya.

“aku juga mencintaimu adit.....”balasku.

by:idaboice
hi hi hi...coba2 bikin cerpen...ada yang baca syukur ada yang like sama comment juga alhamdulillah..