Pages

01 Maret 2012

sinopsis Rules of Love 9-15


Mengira dirinya bakal dipukul habis-habisan, Jae-min kecele karena ayah Geun-young ternyata membawanya ke pemandian umum dan kemudian minum-minum. Cara halus yang digunakan pria itu sukses membuat Jae-min tidak berani macam-macam, dan Geun-young yang terus menanti dengan cemas akhirnya bisa bernapas lega.

Keesokan harinya saat bertemu di kantor, kejengkelan Geun-young terhadap Jae-min belum reda, bahkan kini ia mulai tidak menyukai Hee-won dan sempat berpikir untuk melakukan hal-hal yang tidak baik terhadap gadis itu. Di dalam ruangan saat rapat, hati Hee-won mulai berdesir saat salah seorang rekannya memberikan dua tiket bioskop kepada Seo-jun dan dirinya.

Seo-jun sendiri berniat mengajak Geun-young (bahkan sempat berlatih tentang cara-cara mengajak yang baik), namun karena kesalahpahaman gadis itu malah mengira pria itu memberikan untuk dirinya dan Jae-min.

Namun nampaknya Seo-jun beruntung, pasalnya di saat akhir Jae-min membatalkan kencannya sehingga Geun-young yang tidak mau tiket itu terbuang percuma mengajaknya nonton. Siapa sangka, pembatalan itu dilakukan Jae-min karena Hee-won mengajaknya nonton film yang sama.

Sudah tentu Seo-jun dengan wajah sumrigah setuju, ia bahkan sempat diejek Geun-young yang baru pertama kalinya tersenyum. Kegembiraan tersebut hanya berlangsung sesaat, pasalnya keduanya berpapasan dengan Jae-min, yang langsung salah tingkah, dan Hee-won


Tidak terima, saat itu juga Jae-min menyatakan pengunduran diri. Di rumah, ia kembali mendapat tekanan dari kakeknya yang memaksa untuk menikahi Geun-young secepat mungkin. Dengan gaya asal-asalan, pemuda itu mengusulkan supaya sang kakek menculik gadis itu untuk mempermudah semuanya.

Usul tersebut ternyata malah ditanggapi sang kakek secara lebih drastis : ia mengundang kedua orang tua dan nenek Geun-young untuk bertemu (dengan hasil yang tentu saja tidak memuaskan). Di studio, keadaan mulai kacau karena kekurangan tenaga dan Geun-young yang melihat kesempatan mendatangi Seo-jun dan merengek supaya Jae-min dipekerjakan lagi.

Begitu diberitahu, Jae-min yang gembira masih berusaha jual mahal meski belakangan minta maaf dan menuturkan pada Geun-young bahwa baginya, hal yang paling menyebalkan adalah tidak bisa melakukan apa-apa untuk orang yang dicintai. Keruan saja ucapan itu terus teringat pada Geun-young, yang tahu bahwa hanya satu orang yang bisa membujuk pemuda itu : Hee-won.

Tentu saja Hee-won langsung setuju, namun ia mengajukan satu syarat yaitu Geun-young harus berhenti bekerja di studio. Meski gadis itu ngotot menyebut bahwa yang dilakukannya adalah untuk membayar hutang, Hee-won tentu saja tidak percaya dan mengira ada motif lain yaitu mendekati Seo-jun. Demi Jae-min, Geun-young akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri.

Mendapat berita tersebut secara mendadak, sudah tentu Seo-jun terkejut. Apalagi setelah belakangan Hee-won masuk ke ruangannya, dan menyebut bahwa ia sudah tahu pria itu menyukai Geun-young. Dengan berani, Hee-won juga mengatakan bahwa pada saat itu ada gadis lain yang lebih patut dicintai oleh Seo-jun.

Sikap itu malah membuat Seo-jun semakin teringat pada Geun-young dan cerita gadis itu tentang merpati jantan dan betina. Akhirnya ia memutuskan untuk mendatangi rumah gadis itu, yang kaget melihat kemunculan tak terduga sang atasan. Saat berbicara berdua, Seo-jun salah tingkah karena terus digoda, dan akhirnya meminta Geun-young untuk kembali bekerja.

Secara kebetulan, kembalinya Geun-young bersamaan dengan bergabungnya kembali Jae-min ke studio. Begitu melihat pemuda itu muncul di pintu, wajah gadis itu langsung berseri-seri karena ia tahu betul Jae-min sangat menyukai fotografi dan itu berarti bujukan Hee-won berhasil.
Geun-young kembali mengalami berbagai kejadian menarik. Selain ditawari sebagai model oleh Seo-jun, ia juga harus berhadapan dengan Hee-won yang menuduhnya punya motivasi lain karena ngotot ingin tetap bekerja.

Jae-min sendiri juga sedang dipusingkan oleh sang kakek yang mengancam bakal menikahkannya dengan gadis pilihan keluarga, dan berniat berbicara serius dengan Geun-young di hari ultahnya. Sayang, pria itu tidak mampu menolak ajakan Hee-won untuk bertemu, sehingga lagi-lagi janjinya dibatalkan.

Sikap itu sendiri sudah dimaklumi Geun-young, yang akhirnya menyetujui tawaran pemotretan dan memberikan kaos yang seharusnya diberikan pada Jae-min kepada Seo-jun. Di tempat lain, Hee-won akhirnya tahu bahwa sumber dari semua kejadian itu adalah saat Jae-min memecahkan kamera Seo-jun, dan memanas-manasi pemuda itu.

Terus memikirkan soal hubungan Geun-young dan Seo-jun, Jae-min menelepon ponsel gadis itu dan dengan egois memaksa untuk bertemu saat itu juga. Padahal, saat itu Geun-young sudah bersiap-siap dengan gaun pemberian Seo-jun, dan ia terpaksa membatalkan sesi pemotretan. Seo-jun yang maklum hanya mengangguk, dan meminta Geun-young untuk tetap memakai gaun itu.

Kehadiran gadis itu yang tampak begitu cantik membuat Jae-min terpana dan setelah menghabiskan waktu bersama, ia mengantar Geun-young pulang dan sebelum berpisah, memuji kecantikannya. Baru saja hendak pulang, tanpa sengaja Jae-min melihat Geun-young keluar lagi dari rumahnya dan menuju studio.

Ketika sampai di studio, Geun-young hanya bisa menertawai Seo-jun yang memakai kaos pemberiannya, dan memulai sesi pemotretan. Keakraban itu terlihat oleh Jae-min, yang dengan cemburu berusaha menarik tangan Geun-young untuk diajak pulang. Siapa sangka, Seo-jun tidak mau kalah sehingga sempat terjadi tarik-tarikan.

Sifat Jae-min yang seenaknya itu sudah tentu membuat Geun-young marah, namun itu belum seberapa. Kepada Seo-jun, Jae-min meminta supaya foto polaroid Geun-young yang dimiliki pria itu dikembalikan padanya, yang sudah tentu ditolak. Seo-jun juga menegaskan tentang pandangannya tentang cinta, yang membuat Jae-min ketar-ketir.

Keesokan harinya saat bertemu lagi di studio, Geun-young mendatangi ruangan Seo-jun dan meminta maaf atas nama Jae-min. Ingin tahu reaksi pria itu? Dengan sabar, ia meminta gadis itu untuk berhenti melakukan segala sesuatu demi Jae-min karena mereka adalah dua orang yang berbeda.
Supaya Geun-young tidak bekerja lagi, Jae-min berusaha meminjam uang dari Min-soo namun tidak berhasil. Siapa sangka bantuan datang dari pihak tak terduga : Hee-won, yang beralasan hal itu dilakukannya supaya Geun-young tidak bekerja lagi disana. Ucapan berikutnya mulai membuat pemuda itu berpikir keras.

Keruan saja ketika kembali, Geun-young terkejut mendapat 'bantuan' tersebut. Ia akhirnya memutuskan untuk menyerahkan uang itu pada Seo-jun, yang menerimanya dengan terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa. Rupanya, pria itu mulai merasa kehilangan akan sosok gadis yang telah membantunya membersihkan kantor itu. Begitu datang, Hee-won berpura-pura tidak tahu apa-apa.

Merayakan perpisahan di sebuah pub, sindiran Hee-won sempat membuat Geun-young panas. Tapi gadis itu malah kena batunya, karena baik Jae-min maupun Seo-jun berebut memperhatikan rivalnya itu. Sikap tersebut, ditambah pembicaraan dengan Jae-min, akhirnya membuat Geun-young tahu darimana uang pengganti kamera Seo-jun berasal.

Bisa dibayangkan bagaimana sakit hatinya Geun-young, yang langsung meminta waktu untuk bicara empat mata dengan Jae-min dan menumpahkan kekesalannya. Masalah semakin kusut setelah ibu gadis itu menemukan surat perjanjian yang tercecer di atas meja dan menunjukkannya pada anggota keluarga lain.

Jae-min akhirnya mengembalikan uang tersebut ke Hee-won, dan secara tersirat membeberkan perasaan sebenarnya terhadap Geun-young. Nasib gadis itu tidak kalah apes, begitu sampai di rumah ia langsung dimarahi oleh kedua orang tuanya dan dilarang untuk menemui Jae-min lagi. Tidak hanya itu, sang ibu juga memarahi Jae-min yang muncul didepan pagar rumah saat hari menjelang malam.

Keesokan harinya, Min-soo yang jengkel langsung memukul Jae-min dan nyaris saja terjadi keributan kalau saja Seo-jun tidak muncul. Rupanya gara-gara kejadian itu, Geun-young tidak diijinkan keluar rumah. Ketika sedang melamun, mendadak ia mendapat telepon dari Seo-jun yang meminta waktu bertemu di sebuah taman.

Bukannya dihibur, pria itu (yang telah mengetahui masalah kontrak dengan Jae-min) langsung memarahinya dengan panggilan gadis bodoh sehingga Geun-young tersinggung. Namun, dari situ keduanya malah bisa mengobrol akrab. Kejutan belum berakhir, sebelum berpisah dengan terbata-bata Seo-jun mengungkapkan perasaan sukanya pada Geun-young sampai mulut gadis itu menganga lebar.
Saat bertemu di tempat kerja, Geun-young semula mengira Seo-jun sedang dalam keadaan mabuk saat datang ke rumahnya, namun kejutan berikutnya muncul : pria itu mengajaknya kencan setelah selesai kerja. Jae-min yang merasa ada sesuatu yang aneh dari raut wajah sang kekasih hanya bisa tertunduk pasrah.

Acara tersebut nyaris berantakan karena Min-soo, yang harus mengawal sang kakak, memaksa ikut, namun keduanya bisa kabur di saat terakhir. Geun-young hanya tersenyum geli melihat Seo-jun berusaha membuat suasana menjadi romantis, dan ia sadar bahwa sang atasan bermaksud serius dengannya lewat ucapannya yang tanpa basa-basi. Ketika tiba di rumah, ia melihat Jae-min telah menunggunya.

Keesokan harinya, Seo-jun kembali mengajak bepergian ke sebuah taman bermain, Geun-young yang gugup meminta supaya pria itu tidak menganggapnya sebagai kencan. Namun ketika hendak pergi, Jae-min mendadak meminta gadis itu untuk mengikutinya ke suatu tempat, membatalkan janjinya dengan Seo-jun, dan mengingatkan atas isi kontrak yang mereka sepakati berdua.

Seo-jun hanya bisa tertunduk kecewa ketika Geun-young, yang sedang berada di perjalanan menuju ke makam orang tua Jae-min, tidak mengangkat ponselnya. Rupanya, cara itu sengaja digunakan Jae-min karena ia tidak ingin Geun-young bersama dengan pria lain selain dirinya, pria itu bahkan pura-pura tertidur untuk melihat apakah gadis itu bereaksi terhadapnya.

Terlena oleh sikap pemuda itu, begitu sampai di rumah Geun-young baru sadar kalau dirinya telah mempunyai janji dengan Seo-jun dan ketika sampai di studio, mendapati sejumlah potongan foto polaroid. Akibat dari kejadian itu, Seo-jun mabuk sehingga dirinya memutuskan untuk tidak masuk kantor keesokan harinya.

Sadar kalau dirinya menyukai Geun-young, dengan berani Jae-min membela gadis itu ketika Hee-won bereaksi mendengar rivalnya tersebut diajak ke kuburan. Tidak hanya itu, ia juga dengan berani menolak ajakan kencan Hee-won.

Namun Hee-won juga tidak kurang akal, dengan siasatnya ia berhasil menggagalkan pertemuan Jae-min dengan Geun-young. Sudah maklum oleh pembatalan janji yang kesekian kalinya, Geun-young memutuskan untuk mengunjungi Seo-jun demi melihat keadaannya. Begitu tiba, gadis itu langsung tersenyum lebar melihat pria itu masih memakai kaos pemberiannya.

Pelan-pelan, Seo-jun mulai berani menunjukkan apa yang ada di isi hatinya. Tapi rupanya masalah masih belum selesai, karena ketika tiba di rumah, Jae-min telah menunggu, menyodorkan surat perjanjian pada Geun-young, dan menyatakan bahwa urusan diantara mereka masih belum selesai.

Rupanya, buku harian Geun-young menjadi pemicu kenekatan Jae-min, yang belakangan dengan berani mengatakan pada Seo-jun kalau ia bertekad untuk membahagiakan gadis itu mulai sekarang. Di rumah, Min-soo yang terus teringat akan penuturan Hee-won memutuskan untuk meminjamkan uangnya pada Geun-young, supaya gadis itu tidak perlu kembali bekerja di studio.

Karena tidak ingin terjadi salah paham, Geun-young akhirnya mengaku pada Min-soo kalau dirinya menyukai Seo-jun, dan membuat sang adik terperangah. Jae-min sendiri masih tetap berusaha mendekati Geun-young, ia berhasil membujuk gadis itu untuk makan malam bersama dengan alasan ingin menyampaikan sesuatu yang penting.

Saat itulah Jae-min membuat pernyataan mengejutkan : ia mengaku mulai menyukai Geun-young dan tidak siap mengakhiri hubungan. Ucapan Jae-min yang meminta supaya Geun-young menunggu hingga ia mampu melepas gadis itu sudah tentu membuat semua serba sulit, apalagi diam-diam Seo-jun telah membeli sebuah cincin.

Melihat Seo-jun gelisah saat melakukan pemotretan, Hee-won sadar kalau pria itu memikirkan Geun-young dan mendamprat Min-soo yang dinilai gagal memisahkan keduanya. Siapa sangka, Min-soo dengan tegas menyatakan kalau ia mendukung hubungan sang kakak dan Seo-jun 100 persen, dan meninggalkan Hee-won yang semakin kesal.

Ketika hendak pergi ke tempat kencannya, suasana hati Geun-young rusak karena Jae-min melarangnya pergi, gadis itu mulai merasa perasaannya dipermainkan. Akibatnya, ia datang terlambat dan didepan Seo-jun, menuturkan semua yang terjadi termasuk ucapan Jae-min yang belum siap putus. Dengan sabar, pria itu menerima keputusan Geun-young yang ingin memenuhi permintaan Jae-min.

Setelah Geun-young pergi, Seo-jun hanya bisa menatap cincin yang telah dibelinya. Rupanya, setelah itu Geun-young pergi ke rumah sakit tempat Jae-min, yang mendadak ambruk dan ditolong Hee-won, dan menunggui pria itu semalaman.

sourceindosiar.com