Pages

25 Februari 2012

Stairway To Heaven 2


Setelah menyapa Mira, Song-ju meminta ijin untuk masuk kekamar Jung-suh dan melihat-lihat. Gadis itu sendiri bersembunyi didalam kamar dan bertemu Tae-hwa yang sedang melukis. Saat pemuda itu pulang, Yuri menyatakan niatnya untuk merebut Song-ju dari tangan Jung-suh.


Niat tersebut didukung oleh Mira, yang bersiasat dengan membujuk ayah gadis itu. Paginya saat mengobrol, Jung-suh menangis terisak-isak mendengar niatnya bersekolah diluar negeri bersama Song-ju dihalangi sang ayah. Apalagi ketika mendengar bahwa alasannya adalah supaya gadis itu bisa lebih mengenal Yuri dan Mira.


Saat bersama Song-ju ditaman bermain, ia menangis karena takut tidak bisa bertemu pemuda itu lagi. Dengan senyum lembut, Song-ju menutupi wajahnya dan Jung-suh dengan mantel dan mengatakan bahwa apapun yang terjadi, ia pasti akan kembali menemui gadis itu dan melukis untuknya.


Disaat hari keberangkatan Song-ju, Jung-suh dikurung Yuri didalam lemari oleh Yuri. Gadis itu hanya bisa menangis dengan penuh keputusasaan sementara saudara tirinya dan Mira berhadapan dengan pemuda itu dan ibunya di airport. Dalam kesendiriannya, ia menemukan rekaman berisi suara Song-ju yang mengungkapkan cintanya pada Jung-suh.


Gadis itu bisa lepas berkat pertolongan Tae-hwa secara tidak sengaja, dan bergegas menuju bandara. Yuri yang melihat sosok Jung-suh kaget, namun tersenyum penuh kemenangan ketika melihat Song-ju telah pergi. Senyumnya hanya bertahan sebentar, Song-ju ternyata terus menunggu kehadiran Jung-suh dan mendadak muncul dari balik pintu keberangkatan.


Jung-suh terkejut melihat kehadiran pemuda itu, dan mengutarakan bahwa cinta pemuda itu tidak bertepuk sebelah tangan. Sebelum pergi, Song-ju memberikan seuntai kalung kepada gadis yang dicintainya itu.
Sejak perpisahan itu, hidup Jung-suh berada dibawah kekejaman Mira dan Yuri. Bahkan, surat-surat pemuda itu ditahan. Meski begitu, Sung-juh tetap bahagia karena tahu bahwa ada pria ditempat lain yang mencintainya dengan sepenuh hati.


Sikap Mira semakin menjadi dari hari ke hari, ia bahkan memarahi Tae-hwa yang dianggap masih berhubungan dengan ayahnya Phil-su. Melihat itu, Tae-hwa yang marah mendorong ibunya hingga menabrak meja.