Pages

27 Februari 2012

Autumn in my heart 2 part 1



Ibu Guru pun berbicara dengan orangtua murid.Junsuh, Eunsuh, dan Shin Ae juga ada di ruangan tersebut.Guru memberitahukan pada Soon Im(ibu kandung Eun Suh),"ayah Eun Suh adalah Direktur PTA.Dan kakaknya adalah ketua siswa (kayak OSIS) sedangkan Eunsuh adalah ketua di kelas kami".

Soon Im terkejut lalu berkata,"ketua kelas?"

Eun Suh menundukkan kepalanya dan menyapa Soon Im.

Guru mengatakan,"Ibu Eun Suh,Shin Ae adalah yang tertinggi dikelas dan dia juga wakil ketua kelas".

"kau wakil ketua kelas?"desak Soon Im pada Shin Ae,tidak percaya jika putrinya baik.Shin Ae menundukkan kepalanya kepada Prof.Yun dan Kyung Ha dan mengatakan namanya.Kyung Ha menunjukkan keengganannya sepenuhnya, tapi berbeda dengan Prof.Yun, dia tidak merubah pandangannya dari Shin Ae dan mengatakan, "kau sangat cantik".

Guru lalu mengatakan,"maaf telah membuat anda berada disini saat anda sedang sibuk.Saya meminta kalian hadir karena saya ingin membicarakan sesuatu".

Soon Im blak-blakan menolak, lalu menegur putrinya dengan kasar,"aku sudah katakan padamu untuk tidak menjadi ketua kelas atau apapun itu".

"tidak,aku tidak berusaha menekan anda untuk melakukan apapun",ucap gurunya.

Prof.Yun berbalik pada Soon Im."ibu Shi Ae,anda harus bangga pada putri anda setidaknya,Dikelas dia terpilih untuk menjadi wakil ketua.Jangan salahkan dia..."Eun Suh heran dengan sikap dan kata-kata ayahnya.Junsuh yang sudah mengetahui segalanya,tidak mampu untuk berdiri beberapa menit lagi.

"maaf, saya ingin ke toilet"

Jun Suh membasahi wajahnya,yang dia butuhkan hanyalah air yang akan membasuh segala penderitaannya.



Kedua ibu terlihat tenang menatap puteri mereka sendiri.

Guru mengatakan,"Para siswa menaruh banyak karya dalam Pameran.Untungnya,siswa saya bekerja baik dalam pimpinan Eun Suh dan Shin Ae."
Seorang siswa masuk dan berkata ada panggilan telp untuk ibu guru.Guru pun mohon permisi.

"aku dengar kamu pintar dalam pelajaran.anda harus bangga memiliki puteri yang pintar,"ucap Prof.Yun pada Soon Im dan Shin Ae.

"begitu juga kamu"puji Soon Im pada Eun Suh.

"apakah dia memiliki saudara kandung?"

"Dia punya kakak laki-laki"

"Sungguh?Eun Suh juga.Kelas berapakah kakakmu?"

"dia...."belum selesai Shin Ae menyelesaikan kata-katanya,Soon Im memotongnya.

"dia seharusnya masih SMA...dia belajar untuk GED"

"dia diusir..."ucap Shin Ae,Soon Im mencelanya.

"DIAM"

"begitukah?apakah kamu dkat dengan kakakmu?"

"tidak juga..."gumam Shin Ae.

"apakah dia bayi yang sehat?dia bukan sakit-sakitan"ucap Prof.Yun pada Soon Im tapi dia terlihat marah.

"kita mungkin tidak kaya.Tapi saya membesarkan anak saya dengan cara yang sehat.bagaimana mungkin anda berkata seperti itu.?"baik Eun Suh dan Shin terlihat bingung.

Eun suh berpaling ke ibunya dan memanggilnya,"ibu"

Kedua perempuan  melihat gadis yang mereka rawat dan mengubah pandangan mereka tentang anaknya sendiri.

Dalam perjalanan pulang,semua tampak tegang.Tenggelam dalam pikiran mereka yang dalam.Eun Suh bertanya mengapa tidak ada obrolan yang menyenangkan seperti dulu.

Soon Im bertanya pada Shin Ae tentang Eun Suh.

"gadis seperti apa dia?"

"siapa?"

"ketua kelasmu"

"yun Eun Suh?dia adalah putri.Kakeknya adalah pendiri sekolah kami.Orang tuanya sangat kaya"soon Im tidak mengucapkan sepatah katapun.

Prof Yun berkata bahwa test darah menunjukkan golongan darah Ibu Shin Ae adalah O.kesedihan dan keheningan tampak dalam mereka berdua.



Eun Suh bermain di rumah dengan cangkir teh.Jun Suh berjalan keluar rumah dan menggodanya,

"aku pikir tamumu sepertinya lelah sekarang"

Eun Suh tetap memainkan cangkir tehnya, mengambil cangkir teh dan berbicara pada dirinya sendiri.

"apakah kau lelah?"

"tentu,jangan ditanya.Pameran yang melelahkan".

"eun Suh snack sudah siap.Dia pasti lelah"

"Eunsuh sangat pengertian dan gadis yang manis.dia pasti akan mengerti".Jun Suh sedang sedih tapi keindahan itu akhirnya membuatnya tersenyum.Pikirannya kembali saat hari ulang tahun ibunya.Setiap orang menyanyikan lagu ulangtahun.Dia membungkuk sedikit ke sofa dan meniup lilin semua orang bersorak kepadanya.Ibunya tersenyum lebar saat menerima hadiah ulangtahun buatan Jun Suh mug untuk keluarganya dengan masing-masing gambar.

"oh!ini adalah keluarga kita.Mreka benar-benar."

"eun Suh dan aku membuatnya bersama-sama"ucap Jun Suh.

"tidak,tidak seperti itu.kakak yang membuatnya,kakak yang melukisnya tanpa bantuanku.Apa mereka bagus?"

"lalu apa yang Eun Suh lakukan?"

"aku bersorak disampingnya.."ayah tertawa dengan jawaban lembut itu.

"kurasa aku bisa hidup tanpa anak-anak selama kita memiliki ini".(red:cangkir teh)

"mereka tidak akan kemana-mana aku akan tinggal dengan mereka selamanya."ucap ibunya dengan wajah penuh kebahagiaan.

"aku yakin kamu akan melakukannya."disambut dengan dering tawa mereka.Ibunya memberikan mug kepada semuanya.

Prof.Yun bersulang,"mari berpesta..."semuanya bersorak-sorak keras.

PIkiran Jun Suh melayang pada hari yang lalu.tetapi,tawa itu masih melakat padanya.

"mereka tidak akan kemana-mana aku akan tinggal dengan mereka selamanya..."eun suh meniru suara ibunya.membawa Jun Suh kembali kesaat ini.Eun Suh melanjutkan,Jun Suh menggenggam cangkir ayahnya dan meniru suaranya.

"aku yakin dengan maumu.Suaramu seperti ibu.Seperti ibu yang senang dengan anaknya."

"tentu saja.Aku padalah putrinya selamanya,kakak.Jun Suh menarik wajahnya lama.Ketika melihat tatapn mencurigakan dari mata Eun Suh,dia menghindar dan cepat bangkit dari kursi lalu bermain bola.



Shin Ae mengenakan pakaian,dia mengeluh tentang sarapan yang ibunya tempatkan diatas meja.

"sisa lagi".Soon Im mengambil mangkuk dan pergi.

"ibu ingin aku pergi sekolah tanpa sarapan?"

"kalau kamu tidak ingin makan,jangan makan!"

"mengapa ibu bertingkah sangat menyebalkan belakangan ini?"Soon Im mencoba tetap tenang dan berkata pada Shin Ae untuk pulang lebih cepat.

"pulang lebih cepat?ibu menyuruhku bekerja.itulah mengapa kakak melarikan diri".Soon Im meradang..

"apa?" soon im siap memukul putrinya.tapi Shin Ae telah lari keluar.Soon Im berteriak supaya Shin Ae cepat pulang dan membantu pekerjaan rumah.

Eun Suh membawa tas sekolahnya.Ibunya membawa bekal untuk Eun Suh.

"apa bekal makan siang har ini?Tonkatso,bukankah begitu?terimakasih ibu".Kesedihan yang menghampirinya.Air matanya yang terobek dari wajah Eun Suh.

"aku siap"Eun Suh mengambil tas dan berjalan keluar.

"Eun Suh,biar ibu benahi rambut kamu".Kyung Ha menarik rambut Eun Suh kebelakang telinga dan melirik telinga putrinya.Dia ingat hari mereka mandi bersama saat eun Suh berkata mengapa telinganya tipis tidak seperti telinga ibunya dan neneknya.

"ku pikir aku bukan anak ibu.Aku bahkan tidak terlihat seperti ibu.Apakah aku diadopsi?"

Jun Suh berteriak dari lantai bawah,"Eun Suh kalau kamu tidak cepat.aku akan berangkat tanpamu".Kyung Ha memberitahu Eun Suh untuk bergegas.Eun Suh meninggalkan ruangan.Namun demikian,Kyung Ha tidak bisa menerima fakta yang tak terelakkan,kehilangan Eun Suh.



Jun Suh menunggu di depan rumah,naik sepeda.

Eun Suh mendapati sekitarnya,"kakak,biarkan aku naik sepedamu"

"apa!tidak.Kamu terlalu berat"

"baik.Mengapa aku merasa lelah hari ini.Aku juga merasa pusing...aku pikir aku akan dapat kecelakaan.Aku tidak terlalu pandai naik sepeda jadi itu berbahaya"Eun Suh menggunakan nada membujuk.Jun Suh tahu adiknya hanya berpura-pura tapi dia menunduk untuk keinginannya.

"hop on".

"tapi ini yang terakhir kali.dan tidak menyebutkan kecelakaan lagi..."

"maaf".

Jun Suh dan Eun Suh tiba disekolah.Diikuti shin ae yang memandang mereka berdua.



Saat makan siang di sekolah.Kang Hee overacted saat datang untuk makan.Eun Suh bertanya mengapa dia sangat senang?.

"aku yakin.Kamu tahu mengapa?saat datang ke sekolah aku berpikir tentang jam makan siang."

"benarkah?jangan bilang kamu datang karena ingin melihat kakakku."

"ya..ya..itu juga"kata Kang Hee.

"biarkan aku bertanya.Ini makan siang dan kakakku mana yang kamu pilih?"Kang Hee lama mengambil keputusan,tapi akhirnya dia mengambil bekal Eun Suh.

"kemudian aku akan duduk bersamamu".

Kedua sahabatnya duduk di depan Eun Suh.Mereka bertanya lauk apa yang dia bawa untuk hari ini.Kang Hee menawarkan sesuatu yang lezat dan memanggil semua orang untuk berbagi makanan.Shin Ae membuka kotak makan siangnya.Makanan yang kurang berselera.Tetapi dia lebih jengkel saat melirik teman-temannya yang tertarik dengan bekal Eun Suh.Shin ae mengambil bekalnya dan bangkit,tanpa sengaja bersenggolan dengan Eun Suh.Bekal Shin Ae jatuh dari tangan,dia malu dengan makanannya yang sederhana dan fakta bahwa dia tidak memiliki makanan enak seperti Eun Suh.Eun Suh menundukkan kepalanya dan menyesal.Shin Ae merasa tidak puas dan tiba-tiba meninggalkan kelas.



Setelah pulang sekolah,sambil berjalan pulang.Shin Ae bertemu kakaknya,Jong Chol.Dia berbalik dan bergegas pergi tapi dia memanggilnya dan mencengkeram tangannya.

"Choi Shin Ae,mengapa terburu-buru?kamu tidak suka kalau temanmu melihatmu berbicara denganku disini."Shin Ae menolaknya tapi Jong Chol menyeretnya di sepanjang jalan.eun Suh melihatnya.Jong Chol membuat dia segera menjeriak.Shin ae segera menolak.

"aku tidak punya uang.".

"kamu tidak perlu pura-pura.Kamu seperti ibu.Aku tahu kamu mencuri uang dari restoran.akui saja".

"kau memanggilku pencuri!kau adalah salah satu yang membawa lari uang itu."

"apa?apa yang kamu bilang?"Jong Chol akan memukul,tapi eun suh datang memberikan uang dan memintanya pergi menjauhi temannya itu.Jong Chol terlihat serakah saat melihat uang.

"choi Shin Ae,apakah dia temanmu?"Shin Ae hampir mendorong tangan Eun Suh.

"kenapa kau ikut campur masalah kami?"Jong Chol menyakiti adiknya lagi.Eun Suh melarangnya.Jong Chol hanya peduli dengan uang.Dia memegang kerahnya dan pergi.Shin Ae berteriak.

"pergilah?jangan pernah datang kerumah!kamu brengsek!!!"Eun Suh memandang Shin Ae.

"apakah dia kakakmu?"

"ya,dia adalah kakakku dan seorang penjahat.Apakah kau senang?siapa yang memiliki saudara laki2 baik sepertimu?"Shin Ae menangis dan berjalan menyusuri jalan.Mobil Prof.Yun melintas.Dia ingat gadis itu.Shin Ae berhenti dan berbalik setelah dia memanggilnya.

Kyung Ha membersihkan rumah,dan dia tidak hati2 hingga menjatuhkan foto keluarganya.Dia mengambil dan menyentuhnya dengan lembut.memiliki firasat bahwa dia akan mendapatkan hal buruk nantinya.